Home / Rubrik / Berita

Bahaya Game Free Fire, Dapat Tingkatkan Agresifitas Pada Anak

gambar-headline
Indonesia Post Views: 124

Di zaman sekarang ini banyak sekali pengaruh dari kemajuan teknologi bagi anak-anak, salah satunya ialah dengan kehadiran game online. 

 

Secara umum, game online yaitu sebuah jenis video permainan yang cuma dapat dimainkan jika suatu perangkat tersebut yang dipakai dalam bermain game terhubung dengan jaringan internet.

 

Game online yang banyak diminati oleh anak-anak, salah satunya ialah game Free Fire. 

Free Fire ialah salah satu jenis game online yang biasa disingkat dengan FF yang bergenre Battle Royale dengan TPS (Third Person Shooter), yang dibuat oleh perusahaan Garena.

Game FF ini merupakan game strategi dalam membentuk tim yang terdiri dari empat orang dalam satu tim. Dimana kita bisa mengatur strategi supaya dapat mengalahkan lawan dan mampu memenangkan pertandingan yang biasanya disebut dengan istilah ‘Booyah’.

 

Namun dengan maraknya game free fire ini menimbulkan dampak bagi anak-anak yang memainkannya. 

 

Psikolog Stenny Prawitasari turut memberikan pernyataan tentang game seperti ini mempunyai dampak yang signifikan terhadap kesehatan mental dan emosional anak-anak. 

 

Game seperti Free Fire memiliki unsur adegan kekerasan Intens termasuk penggunaan senjata dan pertempuran. Dalam bermain game online seperti ini secara berulang atau terus-menerus bisa menjadikan anak-anak desensitisasi terhadap kekerasan, yang membuat anak-anak mungkin menjadi kurang peka terhadap konsekuensi yang nyata dari tindakan kekerasan.

 

Game online free fire ini bisa memberikan dampak agresi terhadap anak-anak yang memainkannya. Menurut Buss dan Perry, agresi merupakan suatu tindakan atau perilaku yang berniat untuk bisa menyakiti orang lain baik secara fisik ataupun psikologis. 

 

Sedangkan menurut Atkinson, agresi merupakan suatu tingkah laku yang mempunyai tujuan untuk merugikan orang lain, tindakan yang dimaksud untuk melukai orang lain, baik itu dengan secara fisik atau verbal, atau juga merusak harta

benda.

 

Agresi ini mempunyai korelasi dengan marah pada saat seseorang sedang marah biasanya muncul perasaan ingin menyerang, melempar menghancurkan suatu dan biasanya muncul pikiran yang jahat. Jika hal-hal tersebut disalurkan maka perilaku agresi dapat terjadi. 

 

Peran pemerintah sangat dibutuhkan dan agar lebih memperhatikan secara serius terhadap permasalahan dampak game online terhadap anak-anak. Hal ini membutuhkan upaya dalam memperketat regulasi serta aturan yang mengatur penggunaan game online khususnya untuk anak-anak.

 

Peran orang tua pun sangat penting untuk mengontrol perilaku anak dalam bermain game online. Orang tua wajib terlibat dan aktif untuk memantau serta mengatur waktu bermain game pada anak-anak. Jangan lupa memberikan arahan yang baik dan tepat tentang konten yang aman yang pastinya sesuai dengan usia mereka.

 

 

 


Author

img-author

Ridho Nur Hidayatulloh

3 minggu yang lalu