Home / Rubrik / Berita

Rumah Yatim Sulsel Bantu Percepat Renovasi Masjid Toyyibah di Desa Popo Takalar

gambar-headline
Sulawesi Selatan Post Views: 23

Rumah Yatim cabang Sulawesi Selatan memberikan bantuan bahan bangunan berupa keramik 40 dus kepada Masjid Toyyibah yang berlokasi di Desa Popo, Kecamatan Galesong Selatan, Kabupaten Takalar.

 

Bantuan tersebut diberikan langsung kepada Iwan, salah satu pengurus masjid. "Alhamdulillah terima kasih kepada Rumah Yatim khususnya para donatur yang telah memberikan bantuan ini. Mudah-mudahan bantuan ini bisa membantu mempecepat renovasi masjid dan memberikan banyak keberkahan untuk semuanya," ungkapnya.

 

Lebih lanjut, Iwan mengatakan jika kegiatan renovasi masjid berlangsung lama yakni satu tahun karena terkendala dana. Jika ada bahan bangunan pihak pengurus melanjutkan kegiatan renovasi, namun jika tidak ada terpaksa kegiatan renovasi dihentikan.

 

Masjid Toyyibah direnovasi untuk diperluas, agar bisa menampung lebih banyak jamaah. Selian digunakan untuk shalat berjamaah, masjid Toyyibah juga digunakan untuk kegiatan belajar ngaji anak-anak, pengajian warga dan perayaan hari besar islam.

"Kami memperluas masjid karena jumlah jamaah semakin banyak. Kami ingin para jamaah semakin nyaman ketika shalat, pengajian maupun merayakan hari besar islam," ungkapnya.

Iwan berharap bantuan ini bisa menjadi amal jariyah untuk para donatur yang telah memberikan bantuan ini.

 

Sementara itu, menurut penuturan Novi Iskandar selaku kepala cabang Rumah Yatim Sulawesi Selatan, bantuan yang diberikan disesuaikan dengan apa yang sedang dibutuhkan masjid saat itu. 

"Sebelum memberikan bantuan, kami survei dan tanya dulu pihak masjid mengenai bahan bangunan apa yang saat ini dibutuhkan. Kami melakukan hal itu supaya bantuan yang diberikan tepat sasaran," ujarnya.

Novi berharap, bantuan ini bisa membantu mempecepat renovasi masjid, agar warga disana bisa segera menggunakannya untuk beribadah bersama, dengan kondisi masjid yang lebih nyaman dari sebelumnya.

 

 

 


Author

img-author

Sinta Guslia

1 bulan yang lalu