Home / Rubrik / Berita

Rumah Yatim Kalbar Bantu Pembangunan Surau Nurul Iman yang Berusia 60 Tahun dan Hampir Roboh

gambar-headline
Kalimantan Barat Post Views: 15

60 tahun sudah Surau Nurul Iman berdiri dan menjadi saksi bisu ketaatan ibadah warga Sungai Asam, Kecamatan Sungai Asam, Kubu Raya, Kalimantan Barat.

Namun, dari sejak berdiri sampai saat ini surau Nurul Iman belum pernah direnovasi secara besar-besaran. Sehingga semakin tahun kondisi surau semakin memprihatinkan.

 

Atap surau yang terbuat dari seng kini sudah berkarat, rusak dan bolong dimana-mana. Jika hujan deras tiba, para jamaah hanya bisa menadah ember untuk mencegah air hujan membasahi surau. Dinding dan lantai surau yang terbuat dari kayu pun sudah mulai rapuh, lapuk, usang, hingga ada bolong di beberapa bagian. 

Tidak hanya kondisi bangunan, bahkan dari sarana pendukung lainnya seperti sajadah dan karpet surat pun sangat terbatas. Sehingga ketika memasuki waktu shalat, sebagian dari para jamaah shalat tanpa menggunakan sajadah atau karpet.

 

Menurut penuturan Abdurrohim, kepala cabang Rumah Yatim Kalimantan Barat, sejak berdiri, surau Nurul Iman tidak memiliki sarana MCK dan tempat wudhu. Sehingga ketika para warga ingin melakukan kegiatan MCK dan wudhu, mereka harus pergi ke parit.

Meskipun kondisi surau memprihatinkan, para warga dari mulai anak-anak sampai lansia selalu bersemangat melakukan kegiatan ibadah disana.

"Surau Al Iman merupakan surau satu-satunya di wilayah ini. Surau ini dibangun oleh warga menggunakan dana swadaya masyarakat, setiap hari surau ini digunakan untuk shalat berjamaah, belajar Al-Qur'an, menghafal Al-Qur'an dan pengajian," tutur Abdurrohim.

 

Lebih lanjut ia mengatakan jika warga setempat belum bisa merenovasi surau secara besar-besaran karena terkendala dana. Penghasilan mereka dari menoreh karet hanya cukup untuk makan sehari-hari saja.

"Mayoritas warga disini kerja sebagai penoreh karet dengan upah yang tidak menentu. Untuk makan sehari-hari saja mereka kerap kali kesulitan, apalagi untuk patungan merenovasi surau," ujarnya.

 

Merespon hal tersebut, Rumah Yatim cabang Kalimantan Barat bergerak cepat membantu dengan mengadakan aksi penggalangan dana secara daring di platform resmi Rumah Yatim, donasionline.id .

Alhamdulillah banyak donatur yang membantu melalui aksi ini sehingga Rumah Yatim bisa menyalurkan bantuan untuk surau ini. Adapun bantuan yang diberikan terdiri dari semen, pasir, kayu, keramba, paku, kayu reng, seng dan bahan bangunan lainnya.

 

"Mudah-mudahan bantuan ini bisa memberikan banyak manfaat, berkah dan bisa meningkatkan semangat para warga dalam beribadah. Terima kasih kepada seluruh donatur yang telah memberikan semua ini, semoga bantuan ini bisa menjadi berkah, kebaikan dan ladang pahala untuk para donatur," ungkap Abdurrohim. 

 

Menerima bantuan dari Rumah Yatim, ustad Hasan selaku ketua pengurus surau mengucapkan terima kasih kepada Rumah Yatim dan para donatur yang telah memberikan semua ini.

“Alhamdulillah impian kami dan semua warga memiliki tempat ibadah yang aman, kokoh dan nyaman diwujudkan oleh Allah melalui perantara Rumah Yatim dan para donatur. Semoga bantuan ini bisa menjadi berkah dan amal jariyah untuk para donatur dan tim Rumah Yatim. Sukses terus untuk Rumah Yatim, semoga para donatur diberi kesehatan, rezeki yang berlimpah dan berkah, serta di lancarkan semua urusannya oleh Allah,” paparnya.

Ustad Hasan berharap proses renovasi surau berlangsung sukses dan lancar, agar warga sekitar bisa segera menggunakan surau secepatnya.


Author

img-author

Sinta Guslia

1 bulan yang lalu