Hanya Bisa Makan Gaplek, Mbah Wakidah Senang Dapat Bantuan Biaya Hidup

Rumah Yatim Cabang Yogyakarta kembali menyalurkan bantuan Biaya Hidup untuk warga kurang mampu. Kali ini, bantuan tersebut diberikan kepada Mbah Wakidah (70), warga Klumprit, Saptosari, Gunung Kidul.

Relawan Rumah Yatim Cabang Yogyakarta, Caruti Fuji mengungkapkan, Mbah Wakidah adalah Lansia tangguh. Meski di tengah keterbatasan karena faktor usia, ia tetap gigih berjuang untuk bertahan hidup.

“Sudah lebih dari 10 tahun lalu suaminya meninggal, semenjak itu ia hanya tinggal sendiri,” ungkap Fuji saat menyalurkan bantuan Biaya Hidup untuk Mbah Wakidah, Minggu (29/11).

“Kehidupannya jauh dari kata mewah, bisa makan nasi saja sudah suatu kebahagiaan untuknya. Ia memiliki beras ketika ada bantuan dari orang atau saat memiliki uang lebih untuk belanja beras,” sambungnya.

Setiap harinya, terang Fuji, Mbah Wakidah bekerja sebagai petani dan pekebun. Namun karena tubuhnya mulai renta, ia pun hanya bekerja semampunya, dengan penghasilan yang tidak menentu.

“Tergantung musim, saat seperti ini adalah musim singkong dipanen kemudian digaplek (dijemur hingga kering), kalau sudah kering kemudian dijual, murah sekali Rp1.200,- per kilogramnya,” terang Fuji.

Saat menilik rumah sederhananya dengan dapur yang masih menggunakan tungku, Rumah Yatim Cabang Yogyakarta pun menemukan sebuah keranjang besar. Menurut Fuji, keranjang tersebut berisi stok makanan Mbah Wakidah.

“Ternyata isinya adalah gaplek. Mbah Wakidah bercerita, bahwa itu adalah persediaan untuk makannya sehari-hari,” tandasnya.

Jurnalis: Tanti Sugiharti

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend