Hidup Sebatangkara, Nur Bahagia Terima Bantuan Rumah Yatim

Hidup Sebatangkara, Nur Bahagia Terima Bantuan Rumah Yatim

Hidup sebatang kara terpaksa harus dijalani Muhammad Nur (81), warga Jalan Pembina VI RT 002 RW 007, Kelurahan Limbungan, Kecamatan Rumbai Pesisir, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Setelah setahun lalu, istrinya meninggal dunia karena terpleset saat akan memasak di dapur.

Meski memiliki seorang anak laki-laki,  karena jarak yang jauh membuat anak semata wayangnya itu jarang menemui Nur. Kondisi Nur yang sudah tua renta dan hidup seorang diri tergolong sangat memprihatinkan. Ia pun terpaksa menjalani rutinitas seorang diri, mulai dari memasak, mencuci baju dan lain-lain tanpa sedikitpun mendapatkan bantuan orang lain.

Dulu saat kondisinya masih fit, Nur pernah bekerja serabutan sebagai pencari getah karet di ladang orang lain. Selain itu, Nur juga kerap melakukan pekerjaan lainnya untuk mencukupi kebutuhannya.

Akan tetapi dengan bertambahnya usia yang membuatnya lebih menua, kini Nur tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari pun tak ada lagi yang bisa Nur lakukan, selain mengharap bantuan tetangga.

“Makan dan minum, Alhamdulillah ada pemberian tetangga dan masyarakat serta jemaah masjid,” ucap Nur, kepada relawan Rumah Yatim Riau, Jumat (17/7).

Sebagai bentuk kepedulian, Rumah Yatim Cabang Riau pun memberikan bantuan kepada Nur. Saat menerima bantuan tersebut, Nur tampak berkaca-kaca seraya bersyukur dan mendoakan relawan Rumah Yatim.

“Alhamdulillah hari ini ada orang yang baik mau bersilaturrahim dan memberikan bantuan, saya mendoakan Rumah Yatim beserta donatur agar selalu sehat dan dimudahkan rezekinya,” tuturnya.

 

 

 

Penulis: Tanti Sugiharti

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend