Kakek Rahman, Tukang Pijat yang Hidup Sebatang Kara di Slerok Terima Bantuan Rumah Yatim

Berprofesi sebagai tukang pijat menjadi satu-satunya ikhtiar yang bisa dilakukan kakek Rahman (80), warga Slerok, Tegal Timur, kabupaten Tegal untuk bertahan hidup.

Meskipun penghasilannya tidak menentu dan belum cukup untuk memenuhi kebutuhan harian dan bayar kontrakan, namun Rahman tetap bersyukur karena dimasa tuanya masih bisa produktif dan tidak berpangku tangan.

“Alhamdulillah kakek masih bisa mijat, kalo penghasilannya ngga tentu soalnya kakek ngga matokin harga. Kadang ada yang ngasih 15 ribu, kadang juga ada yang 20 ribu. Yang dateng ke rumah juga ngga tentu, seringnya dua orang dalam seminggu,” tutur kakek Rahman.

Ia pun bercerita jika beberapa tahun lalu istrinya meninggal setelah berjuang melawan penyakit saraf kejepit dan lumpuh. Dulu kakek memiliki rumah, namun rumah tersebut dijual demi pengobatan istrinya. Kakek pun memiliki dua anak, namun mereka entah ada dimana.

Tinggal seorang diri ditengah keterbatasan ekonomi dan tenaga membuat kakek Rahmat seringkali harus berpuasa supaya bisa membayar kontrakan. Kakek tak mau diusia senjanya tinggal dijalanan.

Sebagai bentuk perhatian dan kepeduliannya, Rumah Yatim cabang Jawa Tengah menyambangi kontrakan kakek Rahman guna mengantarkan bantuan biaya hidup berupa uang tunai, sembako dan perlengkapan MCK.

Raut wajah bahagia tidak dapat disembunyikan dari kakek Rahman ketika menerima bantuan tersebut.

“Insya Allah bantuan ini akan kakek gunakan untuk membayar kontrakan dan memenuhi kebutuhan hidup. Terima kasih Rumah Yatim dan donatur, semoga Allah membalas semuanya,” ucap kakek Rahman.

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Send this to a friend