Keteguhan Sudarmaji Mengajar Ngaji di Wilayah Minoritas Muslim Sembari Mengurus Istri Stroke dan Anak Autis

Sudarmaji (40), konsisten membimbing dan mengajar ngaji enam anak di Kelurahan Banyuasri, Kecamatan Buleleng, Kebupaten Buleleng, Bali. Baginya mengajar mengaji adalah keharusan yang tidak bisa ditinggalkan karena alasan ekonomi. 

Kegiatan mengajar ngaji ini diadakan di rumah kontrakan Sudarmaji setiap sore hari. Diketahui, tempat tinggal Sudarmaji merupakan wilayah minoritas muslim, sehingga anak-anak yang mengaji pun sedikit.

Sebagai guru, Sudarmaji tidak membebankan biaya kepada orangtua anak yang mengaji padanya. Ia hanya menerima uang yang diberikan secara sukarela. Baginya, mengajar mengaji semata-mata agar anak-anak bisa membaca dan memahami isi Al Quran.

Selain mengajar ngaji, sebagai kepala keluarga, Sudarmaji membuka jasa pijat di kontrakamnya. Ia memilih pekerjaan tersebut supaya bisa membantu istrinya mengurus rumah dan menjaga anaknya yang mengidap autis sejak lahir.

“Istri saya penyandang tunawicara dan sudah enam tahun ini terkena stroke, saya harus tetap di rumah supaya bisa membantunya mengurus rumah. Ketika di rumah, saya juga harus mendampingi anak saya, dia sangat perlu didampingi,” ujar Sudarmaji kepada salah satu relawan Rumah Yatim beberapa waktu lalu.

Melihat perjuangan dan semangat Sudarmaji dalam mengajar ngaji anak-anak. Rumah Yatim cabang Bali melalui program santunan dai memberikan bantuan uang tunai dan sembako.

Bantuan ini diberikan sebagai bentuk kepedulian dan apresiasi Rumah Yatim terhadap perjuangan Sudarmaji. Diharapkan bantuan ini bisa memberikan manfaat, berkah serta bisa membantu Sudarmaji dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

“Alhamdulillah terima kasih Rumah Yatim dan donatur yang telah memberikan bantuan ini, insya Allah bantuan ini akan sangat bermanfaat untuk saya dan keluarga. Semoga Allah membalas semua kebaikan ini dengan balasan yang terbaik,” tutur Sudarmaji

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Send this to a friend