Kisah Pilu Rara Jalani Ramadhan Tanpa Sosok Ayah

Kisah Pilu Rara Jalani Ramadhan Tanpa Sosok Ayah

Kisah pilu tengah dirasakan Rara (12), seorang anak yatim yang baru saja ditinggalkan mendiang ayahnya karena penyakit komplikasi. Kesedihan pun turut dirasakan remaja perempuan tersebut saat menjalani ibadah puasa ramadhan kali ini yang terasa sangat berbeda. Kini ia tinggal berdua bersama sang ibu dalam keterbatasan ekonomi yang juga menderita penyakit infeksi Rahim, sejak sepekan lalu.

“Bapak meninggal bulan Februari 2020 lalu, karena komplikasi jantung, ginjal dan liver. Sedih banget, yang biasa nya buka puasa bareng bapak, sekarang gak ada. Cuman sama ibu,” ungkapnya penuh haru, kepada Relawan Rumah Yatim Jawa Barat, di kediamannya, Kelurahan Rancabelut, Kota Cimahi.

Ia menuturkan, sebelum ditinggal mendiang ayahnya, Rara mendapat pesan untuk selalu menjadi anak yang berbakti kepada orangtua, jadi anak yang pintar dan bisa membahagiakan orang-orang yang berada disekitarnya.

Sejak ditinggal sang ayah, Rara dan ibunya kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Seluruh waktu libur sekolahnya, digunakan untuk mengurus sang ibu yang tengah sakit. Untuk kebutuhan sehari-hari hanya mengandalkan bantuan dari sanak saudara agar bisa bertahan hidup di situasi yang sulit.

Tak banyak yang diharapkan Rara, dia hanya ingin melihat ibunya sehat kembali dan bisa makan dengan tenang saat berbuka dan sahur. Dikesempatan yang sama, Rara menunjukkan dua ekspresi sekaligus, ia begitu terharu dan senang saat mendapat bantuan ifthar dari Rumah Yatim area Jawa Barat, pada Minggu (17/5) kemarin.

“Terima kasih buat Rumah Yatim dan donatur yang udah memberikan sembako dan lainnya untuk Rara dan ibu. Semoga tergantikan dengan yang lebih,” harapnya.

Rara merupakan satu dari ribuan anak yatim yang saat ini membutuhkan uluran tangan bersma. Rumah Yatim terus bergerak memberikan bantuan bagi anak yatim dan dhuafa di Indonesia. Hingga kini sedikitnya sebanyak 65 persen dari 50.000 paket bantuan ifthar dan sahur telah disalurkan Rumah Yatim di 20 provinsi di Indonesia.

 

 

 

Penulis: Dila Nurfadila

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Send this to a friend