Kondisi Fisiknya Terus Menurun, Jamali Lansia Sebatang Kara Asal LeksonoTerima Bantuan Rumah Yatim

Tubuhnya semakin membungkuk, jalannya tertatih, dan matanya sudah bertambah rabun untuk melihat. Hal itu dialami lansia asal Desa Candi, Kecamatan Leksono, Kabupaten Wonosobo, Jamali (90) yang hidup sebatang kara di sebuah gubuk tua.

Walau kondisinya sudah melemah, Jamali masih harus berjuang bertahan hidup. Setiap harinya, ia mencari kayu kering sisa orang memotong pohon di kebun. Segulung kayu kering yang didapatkannya, hanya bisa ditukar dengan uang 5 ribu rupiah.

“Itupun jika ada yang beli, jadi nenek Jamali hanya mendapat 5 ribu rupiah setiap harinya. Jika tidak ada yang beli, dirinya harus menahan lapar,” ungkap Kepala Cabang Rumah Yatim Tegal, Jajang Khoeruman.

Ia menambahkan, seringnya Jamali hanya makan nasi atau ubi saja tanpa lauk pauk. Apalagi, Jamali juga harus membayar listrik dan air sebesar 25 ribu rupiah setiap bulannya.

Diketahui, suaminya telah lama meninggal dunia. Sedangkan, enam dari delapan anaknya sudah meninggal dunia juga. Hanya dua anak yang tersisa, namun mereka memilih hidup mandiri.

“Kondisi anaknya juga sama memprihatinkan, jadi tidak bisa membantu banyak nenek Jamali,” ujarnya. Hidup Jamali telah lama kesepian, sehingga ia tak bisa mengandalkan siapa-siapa.

Melihat kondisi itu, Rumah Yatim Cabang Tegal memberikannya bantuan sembako, pada Kamis (11/3). Bantuan tersebut diberikan guna membantu mememuhi kebutuhan hariannya.

Saat menerima bantuan, kata dia, Jamali pun seketika menangis terharu karena ada yang peduli terhadap dirinya. Jajang berharap, bantuan ini dapat meringankan bebannya yang hidup seorang diri.

“Meski begitu, harapannya Jamali tak pernah putus asa, dan selalu bersyukur atas kondisinya. Mudah-mudahan Allah selalu menolong nenek Jamali,” tutupnya.

Jurnalis: Anjar Martiana

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend