Menderita Tumor Kulit Sejak 5 Tahun Lalu, Arya Tak Mendapat Pengobatan Yang Baik

Menderita Tumor Kulit Sejak 5 Tahun Lalu, Arya Tak Mendapat Pengobatan Yang Baik

Saat usia 1 tahun, Arya Saputra merasakan gatal pada bagian tubuhnya hingga menimbulkan bentol. Ia pikir gatal itu disebabkan oleh gigitan nyamuk. Namun anehnya, dari hari ke hari bentol tersebut semakin membesar dan muncul di hampir seluruh bagian tubuh Arya.

Akhirnya sang Ibu langsung membawanya ke Puskesmas pada saat Arya berusia 3 tahun untuk menjalani pemeriksaan dan Arya didiagnosa menderita tumor kulit. Namun karena keterbatasan biaya, sejak saat itu Arya hanya menjalani sekali pengobatan.

“Pas Arya berumur 3 tahun ko makin besar, di bawa ke puskesmas, katanya ini harus di bawa ke rumah sakit yang besar harus di operasi kata dokternya,” tutur sang Ibu kepada tim Rumah Yatim Cabang Pontianak.

Kondisi ekonomi keluarga yang pas-pasan membuat Arya tak bisa mendapat perawatan yang baik. Sebab sejak ayahnya meninggal pada 4 tahun silam, kini hanya sang Ibulah yang bekerja keras untuk Arya dan keluarga. Penghasilan yang didapat tak seberapa, hanya cukup digunakan untuk makan dan membayar sewa kost, sebab Ibu nya hanyalah seorang pembantu rumah tangga.

“Karena biaya ga ada, BPJS ga ada. Takut mahal,” imbuhnya.

Hingga usianya menginjak 8 tahun, benjolan itu semakin memenuhi Arya, mulai dari kaki sampai bagian tubuh Arya. Tak hanya gatal, namun seringkali benjolan itu menimbulkan sakit.

“Arya kalau tidur suka miring karena kalau di baringan suka terasa sakit, apalagi kalau tiduran di lantai suka terasa sakit,” imbuhnya.

Namun meski kondisinya demikian, hal itu tak menyurutkan semangat bocah kelas 1 SD. Saat besar nanti, Arya mengaku ingin bisa mewujudkan cita-citanya untuk menjadi seorang polisi.

Diketahui, saat ini Arya, Ibu beserta Kakaknya tinggal di sebuah kontrakan yang letaknya di Jalan Swadaya RT 02 RW 07, Kelurahan Tambelan Sampit, Kecamatan Pontianak Timur, Kalimantan Barat. “Arya anak ke tiga dari tiga bersaudara, tapi Kakaknya yang ke 2 tinggal sama Bibinya,” tuturnya.

Atas kondisi dan semangat yang di miliki Arya, Rumah Yatim Cabang Pontianak menyalurkan bantuan melalui program beasiswa dhuafa. Selain Arya, 91 anak yatim dan dhuafa lainnya turut merasakan manfaat dari Rumah Yatim, Rabu (22/7) kemarin.

 

Jurnalis: Tanti Sugiharti

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend