Mendukung Pendidikan Abbas, Anak Yatim Tangguh yang Rela Jadi Buruh Panen Kelapa Muda Demi Bantu Ibunya

Kebahagiaan kini tengah dirasakan Khoirul Abbas atau sering dipanggil Abbas (11). Pasalnya pada Sabtu (9/4) lalu, ia mendapat bantuan pendidikan berupa uang tunai, seragam sekolah, sepatu, tas dan alat tulis dari Rumah Yatim cabang Sumatera Barat.

Abas yang sudah lama memimpikan punya seragam dan perlengkapan sekolah lainnya merasa sangat senang dan bersyukur bisa menerima bantuan ini. Ia mengatakan akan lebih giat lagi belajarnya.

“Terima kasih Rumah Yatim dan para donatur yang telah memberikan Abbas bantuan, Abbas sangat senang bisa menerima semua ini. Abbas janji akan lebih rajin lagi belajar dan sekolah nya, Abbas juga akan lebih rajin lagi bantu ibu,” ujar Abbas penuh senyuman.

Menurut penuturan Sendi selaku kepala cabang Rumah Yatim Sumbar, bantuan tersebut diberikan untuk mendukung pendidikan Abbas, selain itu untuk membantu meringankan beban Abbas dan ibunya.

Bantuan langsung diserahkan di kediaman ibu Abbas, Kelurahan Koto Baru, Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pesaman Barat.

Sendi melanjutkan, Abbas menjadi yatim sejak empat tahun lalu, sat ini ia tinggal bersama nenek dan ibunya.

Untuk memenuhi kebutuhan harian, ibu Abbas bekerja sebagai buruh di ladang. Ibunya tidak setiap hari bekerja dikarenakan memiliki penyakit reumatik yang sering kambuh.

Tak tega melihat ibunya berjuang sendirian, Abbas pun membantu dengan bekerja menjadi buruh panen kelapa muda dengan upah 5 ribu rupiah. Upah tersebut digunakan untuk makan sehari-hari.

Kondisi perekonomian yang sulit membuat ibu Abbas kesulitan untuk membelikan putranya seragam dan perlengkapan sekolah lainnya. Oleh karenanya setiap hari Abbas ke sekolah hanya menggunakan seragam, sepatu dan tas yang sudah robek dan lusuh. Maklum semua itu didapatkan dari pemberian orang lain.

Selain itu, buku yang digunakan juga buku bekas tahun yang lalu. Kadang Abbas sering diejek teman-temannya lantaran menggunakan perlengkapan sekolah yang robek.

Untuk sampai ke sekolah, Abbas harus berjalan sejauh 2 KM. Ketika berangkat sekolah pun Abbas jarang sarapan karena dirumah tak ada makanan.

“Alhamdulillah bantuan untuk Abbas telah tersalurkan, terima kasih kepada para donatur yang telah membantu Abbas melalui platform penggalangan dana Rumah Yatim di donasionline.id . Semoga kebaikan para donatur dibalas oleh Allah dengan sebaik-baiknya balasan,” tutur Sendi.

Ia berharap, bantuan ini bisa menambah semangat Abbas dalam menuntut ilmu, serta memberikannya banyak manfaat.

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Send this to a friend