Meski Hidup dalam Kekurangan, Nurasita Miliki Harapan Jadi Dokter

Hidup dalam Kekurangan

Sejak tiga tahun lalu, Nurasita (9) hidup tanpa kehadiran sosok ayah. Saat itu, sang ayah meninggal akibat sakit tipus yang dideritanya. Kini, Nurasita tinggal bersama ibu beserta kakak dan adiknya di rumah sederhana, yang terletak di Dusun Suka Damai RT 003 RW 001, Kel. Sungai Duri, Kec. Sungai Raya, Kab. Bengkayang.

Sang ibunda, Karimah (43) diketahui setiap harinya berjualan gorengan. Hal itu ia lakukan demi memenuhi kebutuhan hidup ketiga anaknya. Walau terkadang tidak mencukupi, namun Karimah tetap berjuang demi membesarkan buah hatinya.

“Dalam sehari hanya dapat sekitar 40 hingga 50 ribu rupiah, tapi ibunya tetap berusaha semaksimal mungkin. Terkadang memang tidak cukup, tapi dicukup-cukupkan,” ungkap Rohim, Kepala Cabang Rumah Yatim Pontianak.

Menurutnya, walau hidup dalam keterbatasan, namun anak-anak Karimah tak pernah mengeluh. Salah satunya Nurasita, yang selalu semangat dalam bersekolah. Siswa kelas 4 SD itu cukup aktif dan rajin belajar.

Nurasita bahkan mengaku bercita-cita menjadi seorang dokter. Karena, dirinya ingin menolong orang-orang yang sakit agar sembuh. Demi mendukung cita-cita mulia itu, Rumah Yatim Cabang Pontianak memberikan beasiswa dhuafa bagi Nurasita, pada Rabu (12/8).

Rohim mengatakan, bantuan ini sebagai upaya mendukung pendidikan Nurasita. Selain itu juga untuk membantu keluarganya agar tak kekurangan dalam memenuhi kebutuhan pokoknya. Walau yang diberikan tidak banyak, namun ia berharap dapat meringankan beban mereka.

“Alhamdulillah merasa senang dapat bantuan dari Rumah Yatim dan mereka terharu karena ada yang memperhatikan keluarga mereka. Mudah-mudahan berkah,” tutupnya.

 

Penulis: Anjar Martiana

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend