Perjuangan Lidya yang Rela Jadi Buruh Laundry Sampai Malam Hari Demi Pendidikan dan Kesembuhan Ibunya

Masa anak-anak yang seharusnya diisi dengan hal-hal yang menyenangkan seperti belajar dan bermain, rupa-rupanya tak dirasakan betul oleh Lidya, anak yatim dari Pengabean, Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Tegal.

Di usianya yang masih belia yakni 15 tahun, Lydya harus bekerja keras jadi buruh di laundry supaya bisa memenuhi kebutuhan hidup mulai dari makan, pendidikan hingga pengobatan ibunya yang menderita stroke.

Pekerjaan tersebut biasa ia lakukan setelah pulang sekolah dan mengurusi ibunya, sampai pukul sembilan malam.

Kepada salah satu relawan Rumah Yatim cabang Jawa Tengah, Lidya bercerita jika dirinya sudah menjadi yatim sejak masih bayi. Sebelumnya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, ibu Lidya bekerja sebagai asisten rumah tangga, namun beberapa tahun kebelakang sang ibu menderita sakit stroke yang membuatnya tidak bisa bekerja lagi.

Lidya yang tak mau kehilangan ibu dan pendidikannya saat itu memilih untuk meneruskan perjuangan ibunya mencari nafkah, bahkan ia rela pulang larut malam agar bisa memenuhi kebutuhan harian.

“Aku ingin ibu bisa makan, bisa beli obat. Terus aku juga butuh uang buat beli LKS atau keperluan sekolah lain. Kadang sebelum gajian aku udah minta sebagian uangnya dulu karena harus segera bayar LKS, jadi nanti upah aku dipotong,” ucap Lidya.

Lidya melanjutkan jika setiap harinya ia berangkat bekerja menggunakan sepeda, ketika pulang kerja, Lidya selalu merasa takut diganggu orang ataupun diserempet kendaraan.

“Sering sekali ngerasa takut pas pulang, tapi mau gimana lagi, kalo aku ngga kerja nanti gimana ibu, gimana pendidikan aku. Kalo lagi ngerasa takut biasanya aku berdoa kepada Allah supaya selalu medapat perlindungan dari-Nya,”ujarnya.

Ia menuturkan, penghasilannya dari buruh laundry tidaklah menentu, tergantung berapa banyak baju yang bisa dia cuci.

Merespon hal tersebut, Rumah Yatim cabang Jawa Tengah memberikan bantuan biaya hidup berupa uang tunai, bahan pokok dan keperluan MCK untuk Lidya.

Bantuan ini merupakan bantuan tahap pertama yang di berikan Rumah Yatim. Diharapkan bantuan ini bisa memberikan manfaat, berkah dan bisa membantu memenuhi kebutuhan Lidya dan ibunya sampai beberapa bulan kedepan.

“Alhamdulillah aku sangat bersyukur dan senang sekali bisa menerima bantuan dari Rumah Yatim, bantuan ini sangat berarti untuk saya dan ibu. Terima kasih Rumah Yatim dan para donatur, semoga Allah membalas semua kebaikan ini,” tutur Lidya.

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Send this to a friend