Program Bantuan Usaha Ekonomi Produktif, Awal Kesejahteraan Petani Kampung Ciluluk

Permasalahan modal kerap kali dihadapi petani kecil di Kampung Ciluluk, Desa Leuwibalang, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, Banten. Untuk menyokong aktivitas pertanian, mereka terpaksa berhutang dan dibayar dari hasil panen.

Jika hasil panen mereka bagus, mereka bisa membayar hutang, membeli keperluan hidup dan membeli pupuk dan bibit untuk kembali bertani. Namun, jika hasil panennya belum bagus ditambah harga gabah yang murah di tengkulak, membuat mereka harus putar otak supaya bisa membayar hutang dan membeli keperluan lainnya.

Merespon hal tersebut, Rumah Yatim area Jabodetabek melalui program Usaha Ekonomi Produktif memberikan bantuan lima hektare tanah, bibit, semprotan pestisida, dan pupuk, kepada 10 petani di kampung tersebut.

“Bantuan ini diharapkan bisa menjadi motor penggerak untuk menyejahterakan para petani, sehingga taraf perekonomian mereka meningkat dan mengubah mereka dari musthik menjadi muzaki,” ujar Ali Ridwan, salah satu relawan Rumah Yatim Jabodetabek.

Ali melanjutkan jika saat para petani sedang melakukan penanaman. Diperkirakan dari masa tanam menuju panen membutuhkan waktu 3-4 bulan.

“Nantinya kalau sudah panen, hasilnya akan dibeli Rumah Yatim dengan harga terbaik, untuk didistribusikan kepada masyarakat prasejahtera melalui program bantuan sembako,” ucap Ali.

Sementara itu, Saridin salah satu petani penerima manfaat mengatakan jika ia dan teman-temannya merasa sangat bersyukur dengan kehadiran program usaha ekonomi produktif yang diinisiasi Rumah Yatim di kampungnya.

“Terima kasih kepada Rumah Yatim yang telah membantu kami, semoga bantuan ini bisa menjadi awal kesejahteraan kami para petani kecil di Kampung Ciluluk,” harap Saridin

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Send this to a friend