Reza Idap Gizi Buruk Hingga Komplikasi Penyakit, Rumah Yatim Beri Bantuan untuk Bayi Satu Tahun Itu

Tubuhnya hanya bisa terbaring di tempat tidur dengan kondisi tak berdaya. Hal itu dialami bayi yang baru berusia satu tahun. Ialah Reza yang didiagnosis mengalami gizi buruk sejak dalam kandungan.

Anak ketiga dari pasangan Sulaeman (35) dan Siti (30) itu juga mengalami penurunan fungsi organ. Hal itu yang menyebabkan terjadinya komplikasi penyakit.

Mulanya, di usia tiga bulan, Reza batuk-batuk dan panas tinggi disertai kejang-kejang. Matanya terbelalak ke atas, tubuhnya bergerak tak beraturan, Siti pun menangis histeris melihat kondisi bayinya.

Akibat kejadian itu, Reza dilarikan ke rumah sakit dan divonis menderita Paru Paru Basah (TBC). Pihak rumah sakit menyarankan agar Reza berobat selama enam bulan. Namun, baru seminggu berobat, sekujur tubuh Reza menguning dari kepala, mata, sampai ujung kaki.

Sejak saat itu, kondisi Reza semakin memburuk. Selain divonis menderita TBC, ia juga divonis mengidap gangguan hati atau sirosis dan gangguan ginjal atau gerd.

Saat ini, Reza hanya bisa terbaring lemah dan perkembangan tubuhnya terhambat. Bahkan, Reza meminum susu menggunakan selang nasogastric tube (NGT) melalui hidung untuk sampai ke lambung.

Sulaeman dan Siti tak bisa berbuat banyak karena terhimpit ekonomi. “Pak Sulaeman sebetulnya rela banting tulang bekerja serabutan demi pengobatan anak bungsunya itu namun kondisi pandemi ini memperparah himpitan ekomoni keluarganya,” tutur Relawan Rumah Yatim Jabodetabek, Fauzy.

Ia menyebut, bahkan Sulaeman sudah menjual satu-satunya kendaraan miliknya yang biasa ia gunakan untuk mengemudi ojek online. Saat ini, Sulaeman tak tahu lagi harus menjual apa dan bekerja di mana.

“Harta berharganya sudah pada dijual untuk pengobatan Reza, apalagi ia juga harus membayar uang sewa kontrakan tempat keluarga kecilnya bernaung sebesar 500 ribu rupiah perbulan,” paparnya.

Kondisi miris itu menarik perhatian Rumah Yatim Regional Jabodetabek. Pada Sabtu (11/9), Rumah Yatim mengunjungi kediamannya di Kelurahan Kapuk, Jakarta Barat. Kunjungannya ini untuk memberikan program peduli sesama.

Bantuan yang diberikan berupa uang tunai. Harapannya, kata Fauzy, bantuan ini bisa meringankan beban Sulaeman dan Siti dalam merawat Reza.

“Apalagi kondisinya sekarang Reza harus berobat seminggu tiga kali, mudah-mudahan bantuan dari Rumah Yatim bisa membantu dan memberi manfaat bagi kesembuhan Reza,” tutupnya.

Jurnalis: Anjar Martiana

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend