Rumah Yatim Batam Berikan Bantuan kepada Kakek Oo, Lansia Penjual Sangkar Ayam Keliling

Sabtu (13/2) siang tadi, Rumah Yatim cabang Batam menyalurkan bantuan biaya hidup dan bantuan bahan pokok untuk kakek Oo di kediamannya, Kampung Teluk Waheng, RT.02/RW.03, Kelurahan Kabil, Kecamatan Nongsa, Kota Batam, Kepulauan Riau.

Kakek Oo (65) tinggal di bangunan sederhana bersama istri dan anaknya yang masih bersekolah di jenjang SMP. Kakek Oo merupakan seorang pengrajin anyaman sangkar ayam, sehari-harinya, ia biasa membuat sangkar ayam lalu berangkat untuk menjualnya. Dalam sehari Kakek Oo hanya sanggup membuat dua buah sangkar ayam, sangkar ini dibuat dari sisa-sisa sampah plastik di wilayah sekitar ia tinggal.

Sangkar burung yang telah jadi biasa ia jual dengan harga Rp.80.000,- per buahnya, namun menjual sangkar ini bukan perkara mudah bagi Kakek Oo. Pernah ia tak pulang selama tiga hari dan harus tidur di jalan karena sangkar-sangkarnya belum laku terjual. Selama tiga hari menjajakan sangkar-sangkarnya, Kakek Oo bisa berjalan hingga 30 km, jarak ini ia tempuh dengan kedua kakinya yang sudah tak sebugar dulu lagi.

“Kalo kakek pulang dengan tangan kosong, nanti anak istri kakek tidak bisa makan, kalau masih belum laku, kakek jalan lagi biasanya sampai 3 hari dijalanan”, tutur Kakek Oo.

Kakek Oo memaksakan dirinya tak pulang merupakan bentuk perjuangannya untuk menafkahi keluarga kecilnya. Istri Kakek Oo pun ikut membantu meringankan beban suaminya dengan bekerja sebagai buruh pembersih botol bekas. Semua ini mereka lakukan agar bisa terus membiayai pendidikan anak mereka.

“Alhamdulillah bantuannya sudah tersampaikan, jadi Kakek Oo bisa istirahat dulu berjualannya karena untuk kebutuhan pokok sudah ada. Beliau juga berpikir untuk memulai usaha lain karena fisiknya yang kini sudah mulai melemah, tapi masih belum memutuskan mau usaha apa”, terang Septian Januar, Kepala Cabang Rumah Yatim Batam.

Penulis: Alif Shafwan

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend