Rumah Yatim Dukung Pendidikan Tiga Bersaudara Yatim di Batang Arus

Tahun 2016 merupakan tahun yang begitu menyedihkan bagi ketiga bersaudara ini. Pasalnya, sejak saat itu ayahnya meninggal dunia, dan ibunya pergi entah ke mana. Ialah Maulana (12), Tifany (9), dan Akmal (7) yang kini tinggal bersama nenek dan tantenya.

Diketahui, nenek dan tantenya bekerja menjadi buruh di ladang milik orang lain. Keduanya harus banting tulang demi memenuhi kebutuhan Maulana dan adiknya. Hal itu, dilakukan nenek dan tante karena sayang kepada mereka.

Pekerjaannya menjadi buruh tani itu tidak menentu. Kadang ada pekerjaan, kadang tidak. Hal itu tergantung dari kebutuhan pemilik ladang. Dalam satu hari, penghasilan yang didapat ialah sekitar 50 ribu rupiah.

Pada Selasa (20/10), Rumah Yatim Cabang Pontianak mengunjungi kediamannya di Jalan Jorong Kayu Aro, Kampung Kayu Aro, Kel. Batang Arus, Kec. Gunung Talang, Kab. Solok. Kunjungan ini untuk memberikan program beasiswa dhuafa bagi Maulana, Tifany, dan Akmal.

Kepala Cabang Rumah Yatim Pontianak, Rohim menyampaikan, program beasiswa ini merupakan salah satu program untuk mendukung pendidikan yatim dan dhuafa. Supaya, tidak ada lagi anak yatim yang putus sekolah.

Menurutnya, beasiswa ini sudah masif diberikan hingga ke berbagai pelosok di Indonesia. Harapannya, kata dia, beasiswa ini bermanfaat bagi memenuhi kebutuhan pendidikan anak. Serta menjadi penyemangat bagi mereka untuk terus belajar.

“Di usia yang masih sangat belia, ketiga bersaudara itu harus merasakan pahitnya kehidupan. Semoga dengan beasiswa ini bisa membangkitkan semangat mereka dan terus meraib cita-cita yang gemilang,” tandasnya.

Jurnalis: Anjar Martiana

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend