Saleh Kumpulkan Botol-botol Bekas Demi Menyambung Hidup Seorang Diri

Hidup seorang diri di rumah panggung sederhana dialami Saleh (65), lansia asal Kalimantan Utara. Tak bisa andalkan siapa-siapa, Saleh berjuang keras sendirian demi menyambung hidup. Dari botol-botol bekas yang ia pungut, dirinya mendapat sesuap nasi.

Setiap harinya, Saleh mencari botol plastik bekas di pesisir pantai Karangrejo. Ia kumpulkan botol tersebut, dan kemudian ia jual ke pengepul barang-barang bekas di Tarakan. Walau begitu, ia tak pernah pantang menyerah dalam jalani hidup.

Diketahui, dari hasil bekerjanya itu, Saleh hanya mendapat penghasilan perhari 20 hingga 30 ribu rupiah. Menurut Kepala Cabang Rumah Yatim Tarakan, Rahmat, pendapatan yang dihasilkan itu terkadang tidak mencukupi kebutuhan hidup Saleh. “Tapi selalu dicukup-cukupkan saja, karena bapak Saleh tak bisa andalkan siapa-siapa,” jelasnya.

Ia menambahkan, istri Saleh telah lama meninggal dunia, dan kedua anaknya memilih hidup mandiri. Oleh karena itu, Rumah Yatim Cabang Tarakan mengunjungi kediamannya di Karangrejo RT 16, Tarakan Barat, Kalimantan Utara, Kamis (20/8) untuk memberi dukungan. Kunjungan ini juga untuk memberikan bantuan biaya hidup guna membantu memenuhi kebutuhan pokoknya.

Walau bantuan yang diberikan tidak seberapa, kata dia, harapannya dapat meringankan beban Saleh. “Semoga bantuan ini menjadi pelipur lara di usia senjanya. Mudah-mudahan bapak Saleh dapat terbantu dan tak pernah menyerah untuk terus menyambung hidup,” jelas Rahmat.

Selain Saleh, ada 29 lansia prasejahtera lainnya di lokasi tersebut yang mendapat bantuan biaya hidup Rumah Yatim. Mayoritas pekerjaan mereka adalah buruh harian lepas. Oleh karena itu, kata dia, bantuan ini harapannya dapat membantu keluarganya dan memotivasi mereka agar tak putus asa.

Jurnalis: Anjar Martiana

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend