Savina, Anak Yatim Piatu Penjual Gorengan Keliling di Bondowoso Bahagia Dapat Bantuan Rumah Yatim

Sungguh malang nasib Savina Islamiyah (6), diusianya yang masih sangat belia, ia sudah menjadi yatim piatu.

Ayahnya meninggal dunia ketika anak manis ini masih berusia 5 bulan. Sementara ibunya meninggal ketika Savina berusia 7 bulan atau selang dua bulan dari meninggalnya sang ayah.

Beruntung saat itu Savina dirawat oleh nenek dan kakeknya dengan tulus dan penuh kasih sayang.

Kepada tim relawan Rumah Yatim, Savina bercerita jika sebelum kakeknya sakit dan lumpuh, kakeknya lah yang memenuhi semua kebutuhan Savina dan neneknya. Namun, semenjak sakit, nenek Savina yang menggantikan peran sang kakek dalam mencari nafkah dengan jualan gorengan keliling.

Dulu nenek Savina berjualan di depan sekolah, namun karena tidak memiliki uang untuk bayar sewa tempat, akhirnya ia jualan keliling.

Savina yang tidak tega melihat neneknya berjuang sendiri berinisitif membantu, setiap pulang sekolah ia menggantikan neneknya jualan gorengan keliling.

“Kasihan sama nenek, keliling jualan gorengan sendirian, kalo nenek jualan, kakek ditinggal sendiri. Biar nenek bisa ngurus kakek, aku nawarin diri ke nenek supaya gantian jualannya, biar nenek jaga kakek,” ucap Savina.

Savina melanjutkan, jika gorengannya laku banyak, ia akan mendapat penghasilan sebanyak 5 sampai 10 ribu. Uang tersebut biasanya ia berikan kepada sang nenek untuk dibelikan beras.

Selain jualan gorengan keliling, Savina dan neneknya kerap kali mencari penghasilan tambah dengan memulung padi di sawah milik petani yang kebetulan sedang panen. Nanti padi tersebut ditumbuk dan berasnya dijual ataupun dimasak.

Savina mengaku jika dirinya selalu merasa sedih setiap kali melihat anak-anak seusianya sedang bersama orang tuanya. Meskipun ia hidup bersama nenek dan kakek, Savina tetap ingin merasakan kasih sayang dari kedua orang tuanya.

“Kadang aku suka nangis kalo liat mereka bareng orang tuanya, aku suka iri,” ucapnya.

Sebagai bentuk perhatian dan kepedulianya, Rumah Yatim cabang Jawa Timur memberikan bantuan biaya hidup berupa uang tunai, sembako, perlengkapan MCK, sepeda, seragam sekolah, baju, kerudung, sandal, tas, sepatu dan alat tulis kepada Savina.

Bantuan tersebut diberikan langsung kepada Savina di kediaman neneknya di kelurahan Sukosari Kidul, kecamatan Sumberwringin, kabupaten Bondowoso.

Raut wajah bahagia ditunjukan Savina dan neneknya ketika menerima bantuan. Saking bahagianya, Savina langsung menaiki sepedanya.

“Alhamdulillah bantuan biaya hidup amanah dari para donatur sudah diberikan kepada Savina. Semoga bantuan ini bisa memberikan manfaat, berkah dan membantu memenuhi kebutuhan hidup Savina dan nenek kakeknya selama beberapa bulan kedepan.

Saat ini Savina masih TK tapi kami berikan seragam merah putih dan pramuka supaya nanti ketika masuk SD, neneknya tidak perlu lagi membelikannya,” tutur Asep, salah satu relawan Rumah Yatim.

Ia pun berharap, bantuan ini bisa menjadi berkah dan pahala untuk para donatur yang telah membantu Savina melalui Rumah Yatim.

 

Sinta Guslia

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Send this to a friend