Sebagian Rumahnya Roboh Terkena Banjir, Meyer Hanya Bisa Pasrah

Sebagian Rumahnya Roboh Terkena Banjir, Meyer Hanya Bisa Pasrah

Masih tergambar dengan jelas di benak Meyer, kejadian di malam tanggal 12 Juni 2020 kemarin. Bagaimana tidak, kejadian tersebut telah menyebabkan sebagian rumahnya roboh. Pasalnya, rumah yang sudah cukup lapuk itu tak bisa menahan derasnya air banjir yang sedang meluap. Padahal rumah itu menjadi satu-satunya tempat berteduh bagi Meyer dan Sang Ibu.

Pria berusia 37 tahun itu menceritakan kejadian tersebut kepada Rumah Yatim, dengan mata yang berkaca-kaca dan air mata yang hampir tumpah. Meyer kini mengaku hanya bisa pasrah dan berharap Allah segera memberinya pertolongan.

Lebih jauh ia menceritakan, intensitas curah hujan yang cukup tinggi membuat debit air Sungai Calendu meluap dan Cekdam Balang Sikuyu jebol di sisi kanan. Akibatnya banjir yang terjadi sejak pukul 16.00 WITA menyebabkan sejumlah wilayah dan permukiman warga serta fasilitas umum lainnya terendam banjir.

“Banjir sekitar 1 meter sejak pukul 16.00 sampai ba’da isya,” tutur Meyer kepada Rumah Yatim, Senin (15/6).

Meyer yang sehari-hari bekerja sebagai buruh serabutan itu, kini cukup kebingungan untuk membenahi rumah dan kebutuhan makan dan minumnya sehari-hari. Melihat kondisi tersebut, Rumah Yatim Cabang Makassar memberi bantuan kebutuhan pokok bagi Meyer dna ibunya.

Selain Meyer, Rumah Yatim Cabang Sumatera akan memberikan bantuan sembako kepada 67 keluarga berdampak lainnya di Tappanjeng, Kabupaten Bantaeng, Provinsi Sulawesi Selatan di pekan ini.

 

 

 

Penulis: Tanti Sugiharti

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend