Selalu Bantu Sang Ibu Mencari Nafkah, Syahrul Dapat Dukungan Pendidikan dari Rumah Yatim

Di usianya yang baru menginjak 10 tahun, Muhammad Syahrul sudah memiliki kepedulian yang besar terhadap orang lain. Terutama kepada ibunya sendiri. Bahkan, setiap harinya Syahrul membantu sang ibu mencari nafkah.

Diketahui, sang ibu bekerja sebagai penoreh karet dari dini sampai pagi hari. Sebelum berangkat sekolah, Syahrul selalu menyempatkan untuk membantu ibunya terlebih dahulu.

Syahrul pun bercerita ingin menjadi seorang polisi suatu hari nanti. Alasannya, kata dia, ingin membantu banyak orang lain di luar sana. Kepeduliannya terhadap orang lain terus bertumbuh.

Menurut Relawan Rumah Yatim Cabang Kalimantan Barat, Abdurrohim mengatakan, Syahrul memang dikenal sebagai anak yang baik dan pintar. Ia tinggal bersama sang ibu dan ketiga saudaranya di Parit Tamelan, Dusun Karya Abadi, Desa Kubu Padi, Kec. Kuala Mandor B, Kab. Kuburaya.

Sedangkan, sang ayah pergi mencari nafkah ke luar kota. Hal itu karena di kampung sulit mendapat pekerjaan. Sang ayah bekerja sebagai buruh bangunan yang diupah perhari.

“Upahnya tidaklah seberapa, meski begitu sang ayah tetap menekuninya demi istri dan anaknya. Walaupun harus pulang setiap tiga bulan sekali karena jarak yang cukup jauh,” paparnya.

Sebagai upaya mendukung pendidikan Syahrul, Rumah Yatim Cabang Kalbar memberikan program beasiswa dhuafa, pada Senin (26/4). Beasiswa ini untuk membantu memenuhi kebutuhan pendidikannya.

Meski hidup dalam keterbatasan ekonomi, namun pendidikannya harus tetap berjalan. “Harapannya beasiswa ini bisa meringankan beban orangtuanya juga,” tambah Abdurrohim.

Ia berharap, Syahrul kelak dapat meraih cita-citanya dan bisa membanggakan kedua orangtua. “Mudah-mudahan beasiswa yang diberikan dapat menambah semangat anak dalam belajar,” tandasnya.

Jurnalis: Anjar Martiana

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend