Sempat Gulung Tikar, Ibu dari Aria Penderita Hidrosefalus Kini Bisa Berjualan Kembali

Sekitar bulan Juli lalu, Rumah Yatim memberi bantuan modal usaha untuk berjualan mainan bagi ibunya Aria, seorang anak yatim penderita Hidrosefalus sejak lahir. Sang Ibu bernama Evi memilih untuk berjualan mainan sebab dinilai lebih mudah praktis.

Namun kenyataannya berjualan mainan ditengah Pandemi cukup sulit, hingga pada akhirnya Evi terpaksa harus gulung tikar akibat mainaannya tak laku terjual. Sementara setiap bulan ada kontrakan yang harus Ia bayar.

“Akhirnya mainannya dilelang untuk kemudian hasilnya Ia bayarkan kontrakan dan juga hutang koperasi, alhamdulilah sekarang hutangnya pun lunas,” tutur Kepala Cabang Rumah Yatim Palembang, Wely Susanto, Selasa (10/11).

Mengetahui kondisi keluarga Evi, Rumah Yatim Cabang Palembang kembali memberi bantuan modal usaha. Kali ini Evi memilih berjualan makanan, seperti kopi dan mie rebus.

Kini atas bantuan tersebut, Evi bisa kembali membuka usaha di depan kontrakan, di Jl. Taqwa Mata Merah, Sei Selincah, Kalidoni, Palembang.

“Ibu Aria jualan tetap dekat dengan anaknya yaitu Aria dan Kakaknya, sehingga ia bisa memperhatikan kebutuhan hariannya dan juga bisa memenuhi pemenuhan gizinya,” tandasnya.

Jurnalis: Tanti Sugiharti

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend