Seorang Diri Rawat Ketiga Anaknya yang Derita Celebral Palsy dan Kelainan Kulit, Suriani Dapat Bantuan Rumah Yatim

Perjuangan Suriani (35) demi membesarkan ketiga anaknya seorang diri patut diacungi jempol. Apalagi, anak-anaknya itu menderita celebral palsy dan kelainan kulit. Di tengah keterbatasan ekonomi, ia berjuang bertahan hidup.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Cabang Rumah Yatim Nusa Tenggara Barat, Hamdani. Ia menyebut, kondisi Suriani dan anak-anaknya cukup memprihatinkan. Setiap harinya, hanya mengandalkan tetangga yang dermawan atau berhutang.

Menurutnya, hal itu lantaran Suriani tidak bisa bekerja dan meninggalkan anak-anaknya yang sedang sakit. Suriani khawatir, jika pergi bekerja. Sedangkan anak-anaknya masih pada kecil.

Anak pertamanya, Haerul Fahmi yang kini duduk di bangku kelas 4 SD, sudah 6 bulan menderita kelainan kulit dan enggan pergi ke sekolah atau bergaul dengan teman-temannya. Begitupun dengan Sabarudin, anak keduanya, dan juga Waro anak bungsunya yang terbaring kaku di tempat tidur karena menderita cerebral palsy serta kelainan kulit. Di usianya yang hampir genap 2 tahun, Waro masih belum bisa berjalan.

“Memiliki ketiga anak yang menderita sakit secara bersamaan tentu bukan hal mudah. Ibu Suriani harus merawat ketiga anaknya di rumah, namun tidak ada yang mencari nafkah, karena suaminya telah meninggal dunia,” papar Hamdani.

Ia juga mengatakan, hampir semua harta Suriani habis ia jual demi kesembuhan mendiang suami yang menderita penyakit liver. Sampai saat ini, hartanya terus berkurang, dan ia sudah tidak memiliki apa-apa lagi.

Keadaan yang menghimpit ini membuat Suriani hanya bisa menangis. Ia pun tak bisa membawa anak-anaknya pergi berobat ke dokter, lantaran tak memiliki biaya. Diketahui, Suriani hanya bisa berikhtiar menumbuk kunyit untuk kesembuhan anaknya.

Melihat kondisi yang miris tersebut, Rumah Yatim Cabang NTB datang mengunjungi kediaman Suriani, pada Sabtu (1/5). Kunjungannya tersebut untuk memberikan bantuan biaya hidup dan sembako.

Hamdani menyampaikan, bantuan ini diberikan untuk membantu Suriani bertahan hidup dan menghidupi ketiga anaknya. Harapannya, kata dia, sedikitnya bisa meringankan bebannya.

“Yang ibu Suriani harapkan saat ini hanya ingin memiliki warung agar dirinya bisa berjualan di rumah, sehingga bisa bekerja sekaligus merawat ketiga anaknya, serta ia ingin bisa hutang-hutangnya terlunasi,” jelasnya.

Ia berharap, bantuan yang Rumah Yatim berikan bisa jadi penyemangat hidup Suriani. “Mudah-mudahan segala harapannya bisa terwujud, dan anak-anaknya suatu saat nanti bisa sembuh,” pungkas Hamdani.

Jurnalis: Anjar Martiana

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend