Si Kembar Yatim Ingin Punya Jendela Rumah, Rumah Yatim Lakukan Assessment

Bagi sebagian orang, punya rumah berjendela merupakan hal yang biasa. Tapi tidak bagi rumah ‘si kembar yatim’, Putriana dan Putriani. Tinggal di rumah berdinding triplek yang sudah lapuk bahkan nyaris rubuh lantas tak membuatnya malu, ia ingin punya jendela.

Suasana di dalam rumah begitu pengap karena tidak ada fentilasi udara. Sebuah gubuk berukuran 12 X 6 meter berdiri di tengah-perumahan elit di Kota Medan. Hal itu menjadi pemandangan saat kedatangan tim Rumah Yatim Cabang Medan ke kediamannya, pada Kamis (21/2). Kunjungan ini untuk bersilaturahmi sekaligus assessment untuk program Rumah Tinggal Layak Huni (Rutilahu).

Kepala Cabang Medan Dasep memaparkan, kondisi ekonomi orangtuanya tak memungkinkan mereka untuk bisa membuat jendela apalagi merenovasi rumah. Sayangnya keinginan sederhana untuk punya jendela di rumah sendiri tak bisa langsung terwujud. Memiliki rumah yang nyaman adalah impian yang begitu besar.

“Rumahnya gak bisa direnovasi karena kondisi perekonomiannya sangat sulit, tapi dari kondisinya itu mereka gak pernah ngerasa susah apalagi ngeluh, semuanya dijalani dengan ikhlas,” ujarnya saat mengunjungi kediamannya di Jalan Budiluhur, Gang Pusaka No. 202, Kelurahan Dwikora, Medan Helvetia, Kota Medan.

Sang ibu hanya bekerja sebagai buruh cuci tetangga dengan penghasilan 20 ribu rupiah sehari dan sang ayah telah meninggal dunia. Hidup di bawah garis kemiskinan lantas tak membuat mereka mengeluh ataupun merasa susah, hal itu tetap ia jalani. Kepada tim Rumah Yatim, si kembar yatim ini bercerita, Putriana bercita-cita menjadi guru, sedangkan Putriani bercita-cita menjadi seorang dokter.

Menurut pemaparannya, ia tetap memegang erat mimpinya untuk bisa memiliki jendela dan merenovasi rumah. Remaja yang lahir pada 5 Juli 2006 itu tengah menempuh pendidikan kelas 1 SMP. Setiap kali sekolah remaja kembar ini jarang diberi bekal, karena penghasilan sang ibu pas-pasan hanya untuk mereka makan dalam satu hari.

“Ibunya cerita sering bilang ke anaknya gini ‘Dek, sekolah yang bener yah, yang rajin biar nanti bisa bangunin rumah buat ibu,’ ibunya punya harapan pengen anaknya bisa sekolah sampai perguruan tinggi,” ungkapnya.

Melihat kondisinya yang sangat memprihatinkan itu, kata Dasep, Rumah Yatim Cabang Medan berupaya membantu membuatkan jendela rumah untuk ‘si kembar yatim’ melalui program Rutilahu. Karena menurutnya dengan jendela itu mereka bisa melihat angan untuk masa depannya.

 

Jurnalis: Dila Nurfadila

Redaktur: Anjar Martiana

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend