Tak Pernah Rasakan Sosok Ibu, Saka Tumbuh Jadi Anak yang Rajin Mengaji

Tak Pernah Rasakan Sosok Ibu, Saka Tumbuh Jadi Anak yang Rajin Mengaji

Sejak bayi, Muhammad Saka Raihan (5) sudah kehilangan sosok ibu. Sang ibu meninggal dunia sebelum Saka genap satu tahun. Sampai saat ini, ia tak pernah merasakan kasih sayang ibunda. Namun, Saka tetap tumbuh menjadi anak yang baik dan rajin mengaji.

Bersama sang ayah, Saka tinggal berdua di sebuah rumah sederhana di Kampung Ranca Kamurang RT 005 RW 008, Kelurahan Cisaranten Kidul, Kec. Gedebage, Kota Bandung. Atas kondisi itu, Rumah Yatim Area Jawa Barat memberikan beasiswa dhuafa untuk mendukung pendidikannya, Jumat (14/8).

Ketika Rumah Yatim mengunjungi kediamannya, Saka bercerita dirnya bercita-cita menjadi seorang dokter. Menurut siswa di salah satu TKA itu, ia ingin membantu dan menolong orang-orang yang sedang sakit. Selain itu, Saka juga dikenal sebagai anak yang rajin mengaji.

Kasi Pemberdayaan Rumah Yatim Area Jawa Barat, Solehudin mengatakan, selain Saka, ada puluhan anak yatim dan piatu lainnya yang mendapat beasiswa. Bantuan ini, katanya, sebagai upaya mendukung pendidikan anak-anak yatim, khususnya di Jawa Barat.

“Alhamdulillah mereka pada senang dan antusias, mudah-mudahan ini bisa menjadi penyemangat bagi mereka untuk terus belajar dan meraih cita-cita,” ungkap Solehudin.

Sebab, kata dia, mayoritas anak yatim tersebut berasal dari keluarga prasejahtera. Para orangtua kebanyakan bekerja sebagai buruh harian lepas. Terkadang, mereka kesulitan memenuhi kebutuhan pokoknya, apalagi kebutuhan pendidikan.

Ia berharap, apa yang Rumah Yatim berikan dapat menjadi manfaat bagi anak yatim. “InsyaAllah beasiswanyang diberikan tepat sasaran, karena kami pilih mereka yang benar-benar membutuhkan. Semoga mereka menjadi anak-anak yang berprestasi,” harapnya.

 

 

Penulis: Anjar Martiana

Jurnalis: Tanti Sugiharti

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend