Terdampak Pandemi, Rini Dapat Bantuan Beasiswa Dhuafa dari Rumah Yatim

Pandemi Covid-19 berdampak pada sistem pembelajaran yang dilakukan secara daring menggunakan teknologi. Namun, tidak semua masyarakat mampu mengakses internet untuk menunjang pembelajaran daring, khususnya yang tinggal di pelosok daerah.

Menyikapi persoalan tersebut, Rumah Yatim Cabang Yogyakarta pun menyalurkan bantuan melalui program Beasiswa Dhuafa. Salah satu penerima bantuan tersebut adalah Rini (9), anak yang tinggal di pelosok perbukitan Menoreh, tepatnya Kepundung, Giripurwo, Girimulyo, Kulon Progo.

Relawan Rumah Yatim Cabang Yogyakarta, Caruti Fuji menerangkan, untuk bisa tetap sekolah, Rini yang saat ini duduk di bangku kelas 3 SD pergi ke rumah tetangga dan meminjam ponsel pintar. Ia menyimak materi pelajaran yang diberikan guru melalui ponsel pintar.

“Sebisa mungkin ia tetap mengikuti pelajaran dengan baik, walaupun saat pengumpulan tugas Rini harus berjalan kaki menuju sekolahnya yang cukup jauh,” terang Fuji usai menyalurkan bantuan, Rabu (26/11).

Saat ini, Rini tinggal bersama sang Ibu, Partinah, dan neneknya di sebuah rumah sederhana berdinding bambu. Ayah Rini meninggal saat usianya 2 tahun karena sakit.

Kendati demikian, ibunya tidak bisa secara penuh mendampingi Rini saat #BelajardariRumah. Pasalnya, bu Partinah sehari-harinya harus sebagai buruh kuli bangunan.

“Jam kerjanya tak menentu, penghasilannya pun juga. Terkadang, bu Partinah juga pergi mencari daun pisang, yang hanya mendapat Rp5,000 seikatnya,” ucap Fuji.

Menurutnya, Rini yang masih kecil sering kelelahan karena metode belajar jarak jauh. Terlebih, tidak ada guru dan orang tua yang membimbingnya saat memiliki banyak pertanyaan terkait tugas sekolahnya.

“Untuk pengumpulan tugas, Rini mau tidak mau harus berangkat ke sekolah setiap satu minggu sekali, tidak seperti anak-anak yang lain yang bisa mengumpulkan tugas melalui online,” tuturnya.

Jurnalis: Tanti Sugiharti

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend