Bantuan Biaya Hidup untuk Supaah, Janda Pemungut Barang Bekas


Sudah dua tahun lamanya sejak ditinggal pergi sang suami menghadap Ilahi, Supaah (40) harus berjuang hidup bersama kedua anaknya. Saat ini Supaah tinggal di rumah kontrakan sederhana di Desa Sidodami, Kecamatan Samarinda Ilir, Kabupaten Samarinda.

Demi memenuhi kebutuhan hariannya dan sekolah dua anaknya, Supaah harus banting tulang. Saat ini ia hanya bisa melanjutkan pekerjaan sebagai pemungut barang bekas. Hal itu dikarenakan pendidikan yang didapatkan dirinya tidak mumpuni untuk bekerja di tempat lain. Namun, saat ini Supaah bertekad menyekolahkan kedua anaknya hingga tinggi.

Saat tim relawan Rumah Yatim Area Kalimantan datang berkunjung, kondisi kontrakan Supaah sangat memprihatinkan. Bahkan, bohlam lampu yang ada di rumah tersebut mati dan belum bisa diganti. Karena, menurut relawan Rumah Yatim Kalimantan, Sendi, kondisi tersebut tidak adanya uang unuk membeli.

“Rumahnya kosong tidak ada apa-apa, hanya kasur dan lemari baju, gelap juga gak ada lampunya katanya putus dan belum bisa beli,” papar Sendi.

Ia mengatakan, kedatangan dirinya ialah untuk memberikan bantuan lewat program biaya hidup. Bantuan tersebut untuk membantu memenuhi kebutuhan harian Supaah dan anak-anaknya. Walaupun, kata dia, bantuannya tidak sebesar harapan akan tetapi mudah-mudahan bisa meringankan bebannya.

“Gak banyak yang kami berikan tapi semoga bisa membantu beliau khususnya bisa membeli lampu,” ujarnya.

 

Jurnalis: Calam Rahmat

Redaktur: Anjar Martiana

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend