Hidup Seorang Diri di Gubuk Hampir Roboh, Maharudin Dapat Bantuan

Salah seorang lansia (90) hidup sebatang kara di sebuah gubuk kecil nan reot, di Dusun Tambun, Desa Pengadang, Kecamatan Praya Tengah, Kabupaten Lombok Tengah. Dia adalah Maharudin, hidup seorang diri di tengah keterbatasan ekonomi dan fisiknya yang lemah. Meskipun begitu, ia tetap bekerja memulung botol plastik untuk menyambung hidupnya.

Melihat kondisi itu, Sabtu (27/7) lalu, Rumah Yatim Cabang Mataram memberikan bantuan peduli sesama kepada Maharudin. Bantuan ini untuk membantu memenuhi kebutuhan hariannya. Menurut pantauan relawan Rumah Yatim Mataram, Isratul Huda mengungkapkan, kegiatan sehari-hari lansia ini adalah memulung botol plastik untuk kemudian dikumpulkan dan dijual.

“Kebutuhan sehari-harinya dari hasil mulung botol plastik, penghasilannya gak tentu, ditambah tidak ada keluarga, tidak ada saudara, jadi cuma hidup sendiri,” ungkap Huda -sapaan akrabnya.

Hasil dari menjual botol plastik bekas ini tidak seberapa, sehingga untuk makan sehari-hari pun hanya seadanya. Beruntung, warga sekitar sering berbagi dan memperhatikan lansia tersebut. Selain itu, kondisi fisiknya pun kian melemah, pendengarannya sudah kurang jelas, bahkan ketika berjalan saja harus ditopang dengan tongkat kayu.

Di usia senjanya itu, ia harus tabah hidup sebatang kara dengan kondisi yang sangat memprihatinkan. Huda menambahkan, bertahun-tahun lamanya sang istri telah meninggal, dan sang anak telah lama pergi bekerja merantau namun jarang kembali. Oleh karena itu, adanya bantuan ini diharapkan dapat mengurangi beban Maharudin serta memberi kebahagiaan untuknya.

“Ke depannya semoga kita bisa bantu lagi di program yang lain, seperti pembangunan rumah layak huni. Bisa dibilang pas kita mau masuk ke rumahnya saja takut atapnya roboh. Mudah-mudahan kita bisa lebih memperhatikan lagi,” pungkasnya.

 

Jurnalis: Dila Nurfadila

Redaktur: Anjar Martiana

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend