Hidup Tanpa Kehadiran Kedua Orangtua, Hafidz Dapat Perhatian dari Rumah Yatim

Sejak usianya masih tiga bulan, sang ibu meninggal dunia. Sedangkan, sang ayah pergi tanpa ada jejaknya hingga saat ini. Abdul Hafidz (8) sudah terbiasa hidup tanpa kehadiran kedua orangtua, bahkan kini ia sudah duduk di bangku kelas 3 sekolah dasar.

Sejak kepergian kedua orangtua, beruntung ada sang kakek yang setia merawatnya. Diketahui, sang kakek adalah seorang buruh tani. Dari mata pencahariannya itulah sang kakek menghidupi cucu tercintanya itu

Walau hidup dalam keterbatasan ekonomi, namun Hafidz tak pernah mengeluh. Bahkan, dirinya sering membantu sang kakek untuk memanen padi.

Hafidz mengaku memiliki cita-cita sebagai seorang polisi. Sebab, ia ingin sekali banyak membantu orang lain. Ia bertekad meraih cita-citanya itu dengan berusaha rajin belajar.

Pada Rabu (17/), Rumah Yatim Cabang Kalimantan Barat mengunjungi kediamannya di Jalan Pelita III, RT 055 RW 018, Dusun Kenanga, Desa Punggur Kecil, Kec. Sungai Kakap, Kab. Kubu Raya. Kunjungannya tersebut untuk memberikan program beasiswa dhuafa.

Menurut Relawan Rumah Yatim Kalbar, Abdurrohim menyampaikan, bantuan beasiswa ini diberikan sebagai upaya memenuhi kebutuhan pendidikan Hafidz. Yang mana, kata dia, bisa digunakan untuk membeli perlengkapan sekolah, dan lainnya.

Hal itu agar Hafidz lebih giat lagi dalam belajarnya. “Mudah-mudahan beasiswa ini juga menjadi penyemangat bahi Hafidz untuk meraih cita-cita, serta meringankan beban sang kakek,” ungkapnya.

Jurnalis: Anjar Martiana

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend