Jarang Terima Daging Qurban, Warga Sei Mencirim Dapat dari Rumah Yatim

Bagi sebagian orang, merasakan nikmatnya menyantap daging qurban adalah hal yang biasa. Namun lain halnya dengan masyarakat prasejahtera di Desa Sei Mencirim, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Setiap momen Idul Adha, warga jarang menikmati daging qurban, di tahun ini warga bahagia karena menerima bantuan daging qurban dari Rumah Yatim yang merupakan titipan dari muzzaki.

Masih dalam suasana Idul Adha, Rumah Yatim Medan mendistribusikan bantuan daging qurban kepada masyarakat prasejahtera, Kamis (23/8). Bantuan disalurkan untuk membantu daerah terisolir dari jangkauan pemerintah sehingga di daerah tersebut tidak ada yang melaksanakan qurban, karena ekonomi masyarakat yang tergolong tidak mampu.

Tidak adanya penduduk yang melaksanakan qurban karena mayoritas bermata pencaharian sebagai petani, membuat Rumah Yatim tergerak untuk membantu masyarakat setempat yang dalam kondisi memprihatinkan. Menurut Kepala Cabang Medan, Harun menuturkan, sebanyak 30 paket daging qurban telah didistribusikan kepada warga setempat.

“Kita melaksanakan pemotongan di Desa Sei Mencirim, kebetulan daerah tersebut nggak ada yang qurban. Jadi kita (Rumah Yatim) bantu mereka supaya bisa merasakan makan daging ini,” jelasnya.

Ketika kedatangan tim Rumah Yatim ke desa tersebut, masyarakat menyambutnya dengan riang gembira terutama anak-anak. Karena, sambung dia, masyarakat jarang menyantap makanan berupa daging karena tidak mampu membeli. Kendati demikian, tahun ini masyarakat bahagia bisa menikmati daging qurban bersama keluarganya.

“Alhamdulillah banyak yang seneng, karena dapat daging qurban. Sebelumnya jarang sekali dapat daging qurban, semoga mereka bisa terhibur dan ikut merasakan daging qurban ini,” ungkapnya.

Ia berharap, Rumah Yatim dapat menyalurkan daging qurban lebih banyak lagi di tahun selanjutnya. Mengingat masih banyak masyarakat prasejahtera di desa tersebut belum menerima bantuan daging qurban, agar bantuan tersebut bisa disalurkan secara merata.

 

Jurnalis: Dila Nurfadila

Redaktur: Anjar Martiana

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend