Kartini, Lansia Pengupas Bawang dari Pengabean Bahagia Terima Bantuan Rumah Yatim

Kartini (67) bahagia menjadi salah satu penerima bantuan tunai biaya hidup dan sembako Rumah Yatim Tegal. Pasalnya, bantuan ini sangat membantunya dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari ia bersama anak semata wayangnya yang sedang mengalami stroke.

Ketika menerima bantuan tersebut, ia tak kuasa menahan air mata saking bahagianya, ia pun memeluk Hera salah satu tim relawan Rumah Yatim sembari terus menerus mengucapkan terima kasih.

Kartini tak menyangka jika ia akan menerima bantuan tersebut, baru kali ini ia mendapat bantuan dengan jumlah yang sangat banyak.

“Alhamdulillah mbah Kartini sangat senang mendapat bantuan ini, katanya bantuan ini sangat membantunya, setelah menerima bantuan, beliau pun langsung mendoakan Rumah Yatim dan para donatur yang telah peduli kepadanya,” ungkap Hera.

Sesuai namanya, Kartini telah menjadi sosok pahlawan bagi anaknya. Sudah satu tahun ia merawat anaknya yang berumur 52 tahun, segala kebutuhan anaknya ia yang siapkan. Usai merawat anaknya, ia bergegas pergi bekerja agar ia dan anaknya bisa makan.

Setiap harinya, Kartini bekerja menjadi buruh pengupas bawang dengan upah 500 rupiah perkilonya. Dalam sehari ia hanya mampu mengupas 15 kilogram, jadi ditotal dalam sehari Kartini hanya mendapat upah 7500 rupiah saja. Meskipun minim, Kartini tetap bersyukur karena ia dan anaknya masih bisa makan dengan hasil keringat sendiri dan yang terpenting halal.

Kartini tidak bisa bergantung pada siapapun, suaminya telah meninggal dunia 10 tahun silam, sedangkan istri dari putranya telah meninggal dunia 15 tahun lalu, dan cucu Kartini menghilang hingga sekarang belum ditemukan.

Bersama anaknya ia tinggal di sebuah gubuk sederhana berukuran 5×8 meter di wilayah Pengabean, Kec. Losari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Gubuk ini tidak memiliki kamar mandi, sehingga jika ingin mandi, mencuci atau buang hajat, ia terpaksa menumpang di rumah tetangga.

“Semoga bantuan ini bisa meringankan beban mbah Kartini dalam memenuhi kebutuhan hidup untuk beberapa minggu kedepan,” pungkas Hera.

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend