Kehilangan Orang Tua Jadikan Sadam Lebih Mandiri dan Tegar

Sadam Vito Nugroho (8) merupakan seorang anak laki-laki yang masih duduk di bangku kelas 2 SD. Namun diusianya yang terbilang masih sangat belia, Ia sudah merasakan kehilangan bertubi-tubi.

Mulai dari sang Ibu yang meninggal karena sakit ketika ia masih kecil, ditinggal pergi sang ayah, hingga sang Nenek yang sudah merawatnya dengan penuh kasih sayang kini sudah dipanggil terlebih dulu oleh sang maha kuasa.

“Ayahnya pergi entah kemana, akhirnya setelah neneknya meninggal, Sadam dirawat oleh Pakde,” tutur Relawan Rumah Yatim Cabang Yogyakarta, Sigit.

Naas, ditinggalkan orang-orang terkasih nyatanya telah meninggalkan luka yang teramat dalam di hati Sadam. Kondisi tersebut berdampak pada psikologis Sadam, dan menyebabkan Ia takut bersosialisasi dengan orang lain.

“Ia takut orang yang disayanginya pergi lagi, dia takut Pakdenya juga akan meninggalkan dia,” imbuh Sigit.

Namun meski demikian, Sadam tergolong anak yang cukup mandiri. Kondisinya membuat Ia terpaksa harus melakukan semuanya serba sendiri, karena Pakde nya harus pergi bekerja sebagai pembuat batako.

“Dia sudah terbiasa memasak nasi sendiri, mencuci piring, dan mencunci pakaian, bahkan Sadam juga sering ikut membantu pakde bekerja,” terangnya.

Namun ditengah Pandemi seperti ini, penghasilan Pakde sangat turun drastis. Padahal kebutuhan mereka sangat meningkat, termasuk untuk kebutuhan sekolah Sadam.

Atas kondisi itulah, Rumah Yatim memberinya bantuan perlengkapan sekolah untuk menunjang pendidikan Sadam. Bantuan diberikan dikedian Sadam di Gamplong, Sumberrahayu, Kecamatan Moyudan, Kabupaten Sleman, Rabu (23/9) kemarin.

Jurnalis: Tanti Sugiharti

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend