Kepala Asrama Rumah Yatim Banjarmasin Ajarkan Give and Take pada Anak Asuh Lewat Doa Bersama

Setiap makhluk menjalani kehidupannya berkat nikmat Allah SWT. Dia bisa bernapas, makan, dan bergerak semata karena Allah SWT. Oleh karena itulah, kita patut bersyukur kepada Allah.

Syukur artinya mengakui segala yang kita miliki adalah murni pemberian Allah. Rasa syukur atas nikmat bisa dituangkan dengan segala cara. Salah satunya, dengan berdoa dan bersyukur setiap lepas shalat.

Kegiatan itulah yang selalu dilakukan anak asuh Rumah Yatim Asrama Banjarmasin. Bukan hanya syukur atas nikmat Allah, anak asuh juga berdoa dan bersyukur atas kasih sayang dan perhatian para donatur Rumah Yatim.

Kegiatan doa bersama dilaksanakan selepas shalat magrib dan shalat subuh, kegiatan ini dipimpin langsung kepala asrama, kadang pula oleh anak asuh. Pembiasaan ini dilakukan agar anak asuh selalu ingat dan bersyukur atas segala pemberian Allah melalui tangan-tangan para donatur. Berdoa dan memanjatkan syukur menjadi cara anak asuh membalas segala kebaikan orang-orang yang sudah berbaik hati kepada mereka.

Doa bersama itu juga tidak hanya diperuntukan untuk para donatur. Akan tetapi, ditunjukan untuk segenap keluarga, kerabat, saudara muslimin dan muslimat, serta doa bagi seluruh pengurus Rumah Yatim. Tidak lupa juga mendoakan teman-teman mereka baik yang sedang dalam keadaan sakit maupun sedang menjalani ujian.

“Insya Allah agenda rutin doa bersama dilaksanakan sehari dua kali, pertama setelah shalat subuh, kedua selepas shalat magrib berjamaah ,” papar Kepala Asrama Banjarmasin , Lingga.

Selain dilakukan anak asuh Banjarmasin, pembiasaan berdoa pun dilakukan semua anak asuh mukim di Indonesia. Melalui pembiasaan ini, Rumah Yatim ingin menanamkan pada anak asuh pentingnua rasa syukur peduli dan empati.

Lembaga Amil Zakat ini pun ingin menanamkan nilai-nilai kebaikan yang tertanaman di dalam jiwa anak-anak. Karena, kata dia, selama ini seluruh anak berada dalam makna ‘take and give’. Namun sejalan dengan waktu, melalui pembiasaan ini bisa merubah pemahaman anak menjadi ‘give and take’.

Sinta Guslia

 

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend