Keutamaan Menghafal Al Qur’an

Menghafal Al-Qur’an atau tahfizh Qur’an, bermakna sebagai proses menghafal Al-Qur’an dalam ingatan, sehingga dapat diucapkan di luar kepala secara benar dengan cara-cara tertentu dan terus-menerus. Melihat mulianya kedudukan Al-Qur’an bagi kaum muslim, menghafal Al-Qur’an pun memiliki kedudukan yang tinggi dalam Islam. Para ulama sepakat bahwa hukum menghafal Al-Qur’an adalah fardlu kifayah.

Artinya, jika menghafal Al-Quran telah dilakukan satu orang atau lebih, maka kewajiban tersebut menggugurkan beban masyarakat lain dalam suatu kaum, seperti pelaksanaan salat jenazah.

Sebagaimana kitab Al-Burhan fi Ulumil Quran menjelaskan: “Sesungguhnya menghafal Al-Qur’an di luar kepala hukumnya fardhu kifayah”.

Untuk itu, seseorang yang memiliki hafalan Al-Qur’an dituntut selalu menjaga hafalannya dengan meluangkan waktu muraja’ah (mengulang hafalan) dan konsisten (dalam muraja’ah) hukumnya ialah fardhu’ain. Konsistensi dalam mengulang hafalan adalah sebuah keharusan bagi para penghafal Al-Qur’an.

Dalam sebuah hadits, Nabi Muhammad SAW menyamakan orang yang memiliki hafalan Al-Qur’an seperti pemilik unta. Jika unta dijaga dan dipelihara dengan baik, maka ia akan jinak dan patuh. Tapi jika ia dibiarkan dan ditelantarkan, maka ia akan pergi menghilang.

Sesungguhnya perumpamaan penghafal Al-Qur’an, seperti pemilik unta yang diikat. Jika ia dijaga dan dipelihara, maka ia akan diam dan jinak, dan jika ia dibiarkan terlantar, maka dia akan pergi lepas dari ikatannya” (Imam Bukhari).

Selain itu, Nabi juga menganjurkan kepada penghafal Al-Qur’an agar selalu menjaga dan memelihara hafalanya, sebab hafalan itu lebih cepat hilangnya daripada unta yang diikat. Nabi bersabda:

Jagalah (hafalan) Al-Qur’an itu, maka demi Dzat, jiwaku di kekuasaaNya, sungguh ia (Al-Qur’an) lebih cepat lepasnya daripada unta dari ikatannya”. (Imam Bukhari).

Menjaga hafalan Al-Qur’an memang butuh meluangkan waktu agar hafalannya tetap terjaga dan melekat dalam jiwanya. Sebab menghafal Al-Qur’an bisa dilakukan di waktu luang sedangkan menjaganya butuh meluangkan waktu. Ibarat sebuah bangunan yang sudah berdiri tegak butuh pemeliharaan dan penjagaan selama-lamanya agar tetap kokoh dan tidak roboh. Demikian pula hafalan Al-Qur’an, butuh waktu seumur hidup untuk menjaganya agar hafalan tidak lupa dari memori ingatan.

Keutamaan Menghafal Al-Qur’an

Ada sejumlah hadits yang menyebutkan sejumlah keutamaan menghafal Al-Quran. Misalnya seperti diriwayatkan dalam hadits Imam Bukhari dan Imam Muslim dari Aisyah RA, orang yang menghafal Al-Quran dengan baik akan bersama malaikat. Sementara yang menghafal dan bacaannya terbata-bata juga akan mendapatkan pahala.

Dalam Quran surat Al-Hijr ayat 9, Allah SWT berfirman mengenai keutamaan menjaga kemurnian Al-Quran. Dengan begitu, tidak akan ada lagi pemalsuan, perubahan, dan pergantian seperti yang terjadi pada kitab-kitab terdahulu.

Sesungguhnya Kami lah yang menurunkan Al-Qur’an, dan pasti Kami (pula) yang memeliharanya“.

Berikut keutamaan menghafal Al-Quran seperti dikutip dari buku ‘Beli Surga dengan Al Qur’an’ karya Ridhoul Wahidi dan M Syukron Maksum:

1. Golongan Manusia Terbaik

Berdasarkan hadits riwayat Bukhari, dari Ustman, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Sebaik-baiknya manusia di antara kamu adalah yang mempelajari Al-Qur’an dan mengamalkannya.”

Dari hadis tersebut, diketahui bahwa Al-Quran mengandung kebaikan bagi umat Islam. Dengan membaca, menghafal, dan memahami ayat-Nya, Allah akan melimpahkan rahmat dan kasih sayang-Nya. Selain itu, hadits riwayat Bukhari dan Muslim menjelaskan mengenai janji Allah kepada penghafal Al Quran, yakni akan bersama para malaikat dan juga mendapatkan pahala meski terbata-bata.

Dari Aisyah Ra, Nabi Muhammad SAW bersabda “Orang yang pandai membaca Al-Quran maka dia akan bersama para malaikat yang mulia dan baik, sedangkan orang yang membaca Al-Quran dengan terbata-bata dan mengalami kesulitan dalam membacanya terbata-bata, maka baginya dua pahala.”

2. Lebih Utama Jadi Imam Salat

Keutamaan menghafal Al Quran yang kedua adalah lebih utama menjadi imam salat. Hal itu diriwayatkan Rasulullah dari Ibnu Mas’id. A; Ansori dalam hadist riwayat Bukhari, “Yang lebih berhak memimpin kamu adalah yang paling bagus bacaan Al-Qurannya di antara kamu.”

3. Kedudukan Penghafal Al Quran Berada di Akhir Ayat yang Dibaca

Menjadi tahfidz Quran atau penghafal Al-Quran memiliki kedudukan seperti pada akhir ayat yang dibaca. Dalam hadist riwayat Ahmad, Rasulullah SAW bersabda “Dikatakan kepada pemilik (penghafal-penghafal) Al-Quran akan diperintahkan baca lah dan bangkit lah! Baca lah sebagaimana kamu membaca di dunia! Maka sesungguhnya kedudukanmu berada pada akhir ayat yang kamu baca.”

4. Mendapatkan Syafaat

Menjadi penghafal Al-Quran juga memberikan keutamaan di akhirat. Sebab, dalam hadist riwayat Muslim, Rasulullah bersabda Al-Quran bisa memberikan syafa’atnya atau pertolongan kepada pemilknya.

Baca lah Al-Quran, maka sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat nanti sebagai pemberi syafaat kepada pemilknya. Baca lah az-Zarawain (dua surat cahaya) yakni surat Al-Baqarah dan Ali Imran karena keduanya datang pada hari kiamat nanti seperti dua awan atau seperti dua cahaya sinar matahari atau seperti dua ekor burung yang membentangkan sayapnya (bersambung satu dengan lainnya), keduanya akan menjadi pembela bagi yang rajin membaca kedua surat tersebut. Baca lah surat Al-Baqarah. mengambil surat tersebut adalah suatu keberkahan dan meninggalkannya akan mendapat penyesalan. Para tukang sihir tidak mungkin menghafalnya.

5. Satu-satunya Sifat Hasud yang Diperbolehkan

Hasud adalah sikap seseorang yang mengharapkan agar nikmat yang diterima oleh orang lain hilang kepadanya. Sifat ini pun haram hukumnya dilakukan. Namun, sifat ini (ghibah) boleh dilakukan pada orang yang ingin memperoleh kebaikan seperti yang diperoleh orang lain tanpa ingin nikmat yang dimiliki orang lain itu hilang.

Dalam hadist riwayat Bukhari, dari Ibnu Umar Ra, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Tidak diperbolehkan hasud kecuali pada dua hal: seseorang yang diberi Allah Al-Quran, dan menyibukkan diri siang dan malam dan seseorang yang diberi harta, kemudian, dari harta itu ia infakkan pada siang dan malam hari.

6. Pahala Berlipat Ganda

Membaca Al-Quran merupakan salah satu bentuk ibadah kepada Allah SWT. Namun, dalam ibadah ini Allah berjanji akan melipat gandakan pahalanya menjadi 10 kali lipat.

Dalam hadist riwayat Tirmidzi, Rasulullah bersabda, “Barang siapa yang membaca satu huruf dari Al-Quran maka baginya sepuluh pahala dan dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipat, dan aku tidak mengatakan alif-lam-mim itu satu huruf, melainkan alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf tersendiri.

7. Keinginan Dikabulkan Allah SWT

Keutamaan menghafal Al-Quran yang lain adalah dikabulkannya keinginan oleh Allah SWT. Dalam hadist riwayat Tirmidzi, dari Sa’id al-Khudri Ra, Nabi Muhammad bersabda, “Allah berfirman, ‘Barang siapa yang disibukkan dengan Al-Qur’an dan mengingat-Ku, maka akan aku berikan keutamaan kepadanya lebih besar dari apa yang Ku berikan kepada lainnya dan keutamaan kalam Allah dibanding kalam lain ibarat keutamaan Allah dengan mahluknya.”

8. Ibarat Rumah yang Indah

Dengan menghafal Al-Quran hati akan menjadi lebih indah dan tenang. Hal ini juga disampaikan oleh Nabi Muhammad dalam hadist riwayat Tirmidzi, dari Ibnu Abbas, Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya seseorang yang di dalam jiwanya tidak ada sedikit pun dari Al-Quran, ibarat sebuah rumah yang rusak.”

Allah SWT dalam Quran surat Ar-Ra’d ayat 28 berfirman mengenai jiwa manusia yang selalu mengingat Al-Quran dan Allah.

(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram“.

9. Kedudukan yang Tinggi

Setiap umat Islam tentu menginginkan kedudukan yang tinggi di akhirat kelak. Menjadi Tahfidz Quran pun bisa menjadi salah satu cara menggapainya karena Nabi Muhammad dalam hadist riwayat Muslim bersabda.

Sesungguhnya Allah mengangkat derajat kamu dengan kitab ini dan menjatuhkan yang lain.”

10. Punya Cahaya Lebih Indah dari Matahari

Dengan menghafal Al-Quran, umat Islam akan memiliki sinar cahaya yang lebih indah dari matahari. Nabi Muhammad SAW bersabda, “Barang siapa yang membaca Al-Quran dan mengamalkannya, maka dipakaikan lah mahkota dari cahaya pada hari kiamat. Cahayanya lebih indah dibanding cahaya matahari di dunia“.

11. Akan Disematkan Mahkota dan Jubah

Keutamaan menghafal Al-Quran yang terakhir adalah disematkannya mahkota dan jubah karomah serta keridhaan Allah kepadanya. Hal itu sebagai bentuk penghormatan kepada penghafal Al Quran.

Berdasarkan hadits riwayat Tirmidzi, Rasulullah SAW bersabda “Penghafal Al-Quran akan datang pada hari kiamat, kemudian akan berkata, ‘Ya Tuhanku, berikanlah perhiasan (kepada orang yang membaca al-Quran’), kemudian orang itu dipakaikan mahkota karomah (kemuliaan).

Sesudah itu Al-Quran memohon kembali, ‘Ya Tuhanku ridhailah dia’, kemudian Allah meridhainya. Dan diperintahkan kepada orang itu, baca lah (Al-Quran) dan terus lah naik lah (ke surga). Lantas, derajatnya (di surga) pun terus bertambah. pada setiap ayat (yang dibacanya) terdapat satu kebaikan.”

*Dikutip dari sejumlah sumber

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend