Lansia Pemulung Bersyukur Terima Bantuan Rumah Yatim

Raganya tidak lagi sekuat dulu, kulit keriputnya menjadi saksi perjuangannya dalam bertahan hidup di Kota Mataram. Dia adalah Papu, salah seorang penerima manfaat Rumah Yatim Cabang Mataram, wanita lansia (65) yang sehari-harinya bekerja sebagai pemulung di area Kota Mataram. Botol plastik yang ditemukan di jalanan, ia kumpulkan demi menyambung hidupnya di kemudian hari.

Menurut pantauan tim relawan Rumah Yatim di lapangan, kini tempat tinggalnya hancur akibat dihantam gempa. Tinggal di tenda pengungsian dekat lorong jembatan pun menjadi pilihan terbaiknya saat ini. Tidak ada yang bisa dilakukannya selain mengumpulkan barang bekas yang kemudian akan dijual.

Seperti informasi yang diperolehnya, bahwa Papu telah berkecimpung menjadi pemulung sejak lima tahun lalu. Hingga saat ini, ia masih menikmati pekerjaannya untuk menyambung kehidupannya ke hari esok. Hingga datangnya bantuan dari Rumah Yatim ini, Papu bersyukur datangnya rezeki yang tidak ia duga sebelumnya.

Menurut Kepala Cabang Mataram, Amir Sumarna menyebutkan dalam satu minggu ia hanya mampu mengantongi penghasilan 70 ribu rupiah. Sedangkan harga satu kilogram barang bekas hanya dihargai 2000. Sehingga untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya masih terbilang kurang.

“Kesehariannya ia mungutin barang bekas seperti botol plastik ini,” imbuhnya, saat ditemui di pengungsian, Senin (22/10).

Amir berharap, Rumah Yatim dapat kembali memberi bantuan dalam program lain. Bukan hanya Papu, masih banyak lansia prasejahtera lainnya menunggu uluran tangan dari para donatur. Oleh karena itu, diharapkan dapat lebih banyak lagi masyarakat prasejahtera yang merasakan manfaat dari keberadaan Rumah Yatim.

 

Jurnalis: Dila Nurfadila

Redaktur: Anjar Martiana

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend