MCK di Ponpes Al Inayah Seperti Gubuk, Rumah Yatim Bangun Sarana MCK Layak Bagi Santri

Santri di Pondok Pesantren Al Inayah di Kampung Cikeusik Utara, Desa Cikeusik, Kec. Cikeusik, Kab. Pandeglang, belakangan ini sering mengeluh. Pasalnya, mereka setiap harinya harus bergantian untuk melakukan kegiatan MCK dengan kondisi sarana MCK yang tidak cukup layak.

Sarana MCK yang dimiliki pesantren tersebut hanya satu dan terbuat dari anyaman bambu seadanya. Apalagi, jika para santri ingin membuang air besar, mereka harus berjalan sekitar 75 meter menuju hutan sawit. Di sana ada tempat pembuangan darurat yang hanya ditutupi triplek.

“Ya kamar mandinya sudah seperti gubuk, seadanya sekali, sehingga memang pesantren ini sangat membutuhkan bantuan sarana MCK,” kata Relawan Rumah Yatim Regional Jabodetabek, Eri.

Diketahui, ponpes ini berdiri pada tahun 2018. Yang mana ponpes ini menampung anak yatim dan dhuafa. Tidak ada ada patokan biaya yang mesti dibayar, sehingga fasilitas ponpes seadanya. Kini, jumlah santri yang menimba ilmu ada sekitar 30 anak.

“Alhamdulillah peminatnya kian bertambah, walau fasilitas ponpes belum memadai, tapi semoga ada orang dermawan yang terus mendukung berjalannya pesantren ini,” tuturnya.

Melihat kondisi yang cukup memprihatinkan itu, Rumah Yatim Regional Jabodetabek memberikan bantuan sarana MCK bagi pesantren tersebut. Pembangunan MCK sudah dilakukan dari 16 Agustus 2020 sampai saat ini. “Alhamdulillah pembangunannya sudah sekitar 90 persen, hampir selesai,” ungkap Eri, Kamis (10/9).

Sudah hampir satu bulan pembangunan MCK ini berjalan, para santri tak sabar dan antusias menunggu hingga rampung. Sebab, para santri memang sangat menginginkan sarana MCK yang layak. Agar aktivitas sehari-hari santri di pesantren semakin nyaman.

Selain pembangunan sarana MCK, Rumah Yatim juga sebelumnya telah memberikan bantuan pengeboran air. Sehingga, santri tak perlu lagi berjalan 1,5 km untuk mendapat air bersih.

Eri bersyukur, pembangunan MCK ini berlangsung tanpa hambatan. “Semoga pembangunannya segera rampung, agar bisa secepatnya digunakan oleh para santri,” ujarnya. Ia berharap, para santri juga dapat merawat MCK ini dengan baik ke depannya.

Selain itu, pihak ponpes juga berharap ada bantuan lagi dari orang dermawan untuk renovasi ponpesnya. Karena, fasilitas ponpes saat ini tidak cukup untuk menampung 30 santri. “Apalagi mungkin ke depannya, akan lebih banyak lagi santri yang mendaftar di ponpes ini,” pungkas Eri.

 


Jurnalis: Anjar Martiana

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend