Mega, Mualaf Asal Pontianak Berjuang Nafkahi Ketiga Anaknya Seorang Diri

Satu tahun yang lalu, Megalimen Wanatya (28) harus kehilangan suami untuk selama-lamanya. Mulai saat itu, ia pun bingung harus membiayai ketiga anaknya. Pasalnya, anak bungsunya masih berumur satu tahun dan tidak mungkin untuk ditinggal pergi mencari sesuap nasi.

Akhirnya, Mega biasa ia di sapa, terpaksa harus berutang ke temannya atau tetangga sekitar. Hal itu ia lakukan semata-mata demi memenuhi kebutuhan pokok ketiga anaknya yang masih kanak-kanak. “Anak pertamanya 8 tahun, anak kedua 6 tahun, dan anak bungsunya 1 tahun,” kata Kepala Cabang Rumah Yatim Pontianak, Rohim.

Diketahui, Mega ini seorang mualaf sejak 2011 lalu. Ketika Rumah Yatim Cabang Pontianak mengunjungi kediamannya di Jalan Tanjung Raya Dua, Gang 93 Dalam, Kel. Saigon, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Mega membenarka hal itu. Ia mengaku, masuk Islam karena senang dan adem melihat orang-orang yang shalat di masjid.

“Senang dari hati saja. Terus saat itu, saya pernah mencoba shalat di masjid bersama keluarga suami, ada rasa tenang, akhirnya saya masuk Islam,” ungkap Mega.

Mega terlahir dalam keluarga non-muslim, sehingga ketika dia memutuskan untuk menjadi muslim, mendapat pertentangan dari pihak keluarga. Namun, ia tetap membulatkan tekad untuk istiqomah di jalan Islam.

Atas kondisi itu, Rumah Yatim Cabang Pontianak memberikan program bantuan mualaf bagi Mega, pada Jumat (21/8). Bantuan tersebut untuk membantunya memenuhi kebutuhan pokok ketiga anaknya. Selain itu juga sebagai apresiasi dan penyemangat agar Mega tetap istiqomah.

“Ya kita harus memberi dukungan kepada mualaf. Mudah-mudahan bantuannya bermanfaat dan meringankan beban ibu Mega. Serta bantuan ini pun untuk membangun ukhuwah islamiyah,” ungkap Rohim.

Selain itu, Mega merasa terharu dan bersyukur ada yang memerhatikan keluarga dan mau memberikan bantuannnya. “Alhamdulillah sangat senang mendapatkan bantuan santunan mualaf, ini sangat membantu saya. Terima kasih kepada Rumah Yatim,” tuturnya.

Jurnalis: Anjar Martiana

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend