Perhatian dan Kepedulian untuk Hayya, Anak Tangguh yang Ingin Sembuh dari Kanker Nasofaring Stadium Akhir

Kanker Nasofaring yang diderita Hayya (11) beberapa bulan terakhir telah meredupkan mimpinya menjadi seorang pilot. Hayya yang sebelumnya merupakan sosok anak yang ceria, pintar dan aktif, kini menjadi sosok yang lemah dan sering murung karena menahan sakit dari penyakitnya.

Saat ini kanker yang diderita Hayya sudah mencapai stadium akhir, kanker tersebut telah membuat rambutnya rontok sampai botak, bahkan kini di leher dan kepala Hayya terdapat tanda hitam yang didapat dari efek samping kemoterapi.

Meskipun Hayya mengetahui kondisinya sudah parah, namun ia tidak pernah menyerah untuk sembuh. Mimpinya untuk bisa terus melanjutkan sekolah, menari dan menjadi pilot lebih besar dibandingkan rasa sakit yang ia rasakan karena penyakitnya tersebut.

“Aku ingin sekolah lagi, aku ingin menari dan ikutan lomba menari lagi, aku juga ingin sehat biar bisa ngewujudin cita-cita jadi seorang pilot,” ungkap Hayya.

Ayah Hayya yang bekerja sebagai buruh hanya bisa berdoa sembari terus bekerja agar bisa mengumpulkan uang untuk biaya pengobatan dan operasional Hayya di rumah sakit. Sementara ibu Hayya berupaya membantu suaminya mencari nafkah dengan menjadi pembuat kue, itupun jika ada yang memesan.

Sebagai wujud kepedulian dan perhatiannya, Rumah Yatim cabang Sumatera Barat menemui Dinda dan kedua orangtuanya di Kelurahan Padang Sarai, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang guna memberikan bantuan uang tunai dan suplemen untuk membantu menunjang kesehatan Hayya. Bantuan ini merupakan implementasi dari program bantuan peduli sesama.

“Alhamdulillah bantuan diterima ibu Hayya dengan penuh haru, berkali-kali ia mengucapkan terima kasih kepada Rumah Yatim dan para donatur yang telah memberikan bantuan ini. Ia pun meminta doa agar anaknya diberikan kesembuhan oleh Allah,” tutur Sendi kepala cabang Rumah Yatim Sumatera Barat.

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Send this to a friend