Perjuangan Chelsi, Rela Berjualan Koran Demi Bantu Sang Ibu

Sejak usianya 8 tahun, Chelsi Amelda Otobasa (12) mulai berjualan koran di persimpangan jalan. Hal itu tiada lain untuk membantu sang ibu mencari nafkah, semenjak sang ayah meninggal dunia.

Anak kedua dari empat bersaudara itu berjualan koran bersama adik-adiknya dari pagi hingga siang, dilanjut dari sore hingga malam. Tak ada rasa takut bagi mereka, yang ada hanyalah ketulusan membantu sang ibunda.

Diketahui, kakak dari Chelsi tidak bisa berbuat banyak, karena penglihatan matanya sudah kurang jelas. Menurut Kepala Cabang Rumah Yatim Pontianak, Rohim mengatakan, Chelsi beserta adik-adiknya bisa mendapat 50 hingga 60 ribu rupiah dalam satu hari.

“Sebetulnya penghasilannya tidak menentu, tergantung dari banyaknya pembeli koran, namun jika dirata-ratakan sekitar 50 ribu,” katanya. Sedangkan, sang ibu menjadi buruh cuci pakaian setiap harinya dengan penghasilan sekitar 20 ribu rupiah perhari.

Di Desa Arang Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Gang Besar RT 003 RW 07, Kabupaten Kubu Raya, mereka tinggal berlima dalam kesederhanaan. Meski serba terbatas, namun Chelsi tak pernah mengeluh ataupun menyerah.

Bahkan, dirinya begitu semangat bercita-cita menjadi seorang guru. Yang mana, menurut Rohim, Chelsia ingin mengajar anak-anak Indonesia kelak, serta ingin membanggakan sang ibu.

Melihat kondisi itu, Rumah Yatim Cabang Pontianak memberikan program beasiswa dhuafa bagi Chelsi, Senin (21/12). Beasiswa tersebut diberikan guna mendukung pendidikannya.

“Beasiswa ini untuk memenuhi kebutuhan pendidikan Chelsi, agar ia terus giat belajar dan tak putus sekolah,” ungkap Rohim. Sebab, anak yatim dhuafa seperti Chelsi perlu dukungan.

Ia berharap, beasiswa yang telah diberikan ini bisa bermanfaat. Serta sedikitnya bisa meringankan beban sang ibu. “Mudah-mudahan Chelsi terus semangat dan terus menjadi anak yang sholehah serta berbakti,” tutupnya.

Jurnalis: Anjar Martiana

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend