Ramadhan, Dian dan Wahyu Rindukan Sosok Ayah

Ramadhan, Dian dan Wahyu Rindukan Sosok Ayah

Dian (14) dan Wahyu Setiawan (10) tetap murah senyum walaupun saat ini tidak ada sosok ayah yang mendampingi hari harinya. Hanya sang ibu yang menjadi obat kerinduannya saat melihat teman sebanya bercengkrama dengan sosok ayah.

Dian saat ini duduk di Kelas VIII di Sekolah Menengah Pertama 18 Bandar Lampung. Kesehariannya tidak jauh beda dengan yang lain. Membantu orang tua dan melakukan pekerjaan rumah lainnya. Karena, di masa pandemi saat ini seluruh kegiatan belajar mengajarnya di sekolah ditiadakan.

Ia mengatakan, sebelum masa pandemi ini biasanya cukup berjalan kaki untuk bisa sampai ke sekolah. Jaraknya, memang cukup dekat hanya sekitar 50 meter dari tempat tinggalnya saat ini di Jalan Rasuna Said, Bandar Lampung.

“Iya hari ini masih libur, biasanya jalan kaki karena deket,” ucapnya, dengan nada pelan penuh kebahagiaan, saat menerima bantuan beasiswa pendidikan dari program ‘Patungan Untuk Berbagi’, Rabu (13/5).

Namun, siapa sangka dibalik keceriaan wajahnya tersebut Dian merindukan sosok sang ayah. Terutama saat ini ketika memasuki bulan suci Ramadhan. Bahkan, kata dia, tidak jarang sang adik lebih merindukannya dibandingkan dirinya.

“Sedih biasanya Ramadhan ada bapak,” ungkapnya.

Kini Dian dan Wahyu hanya bisa bersabar sambil terus berdoa agar Ibunya tetap diberikan kesehatan. Karena, saat ini sang ibu hanya bekerja sebagai buruh cuci untuk menafkahi dia dan adiknya. Ditambah lagi, wabah Covid-19 yang belum tentu kapan berakhirnya.

Dian sendiri merupakan satu dari 227 anak kurang mampu yang menerima bantuan beasiswa pendidikan dari kolaborasi Tokopedia, Grab, OVO, dan Rumah Yatim. Kolaborasi bertajuk ‘Patungan Untuk Berbagi’ ini sendiri sudah berjalan dan telah memberikan bantuan untuk ribuan anak kurang beruntung di 20 provinsi di Indonesia.

 

 

 

Penulis: Calam Rahmat

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend