Si Kembar Yatim Tabung Beasiswa untuk Beli Mesin Cuci Bagi Ibunya

Putriana dan Putriani merupakan anak asuh nonmukim Rumah Yatim Cabang Medan. Sudah belasan tahun ia menempati sebuah gubuk tanpa jendela di Jalan Budiluhur, Gang Pusaka No. 202, Kelurahan Dwikora, Medan Helvetia, Kota Medan. Setiap bulannya, si kembar yatim ini rutin menerima santunan beasiswa dhuafa dari Rumah Yatim.

Kepada tim Rumah Yatim, si kembar ini bercerita, melalui santunan itu mereka merasa terbantu dan bersyukur. Karena uang yang diberikan oleh Rumah Yatim ia kumpulkan untuk membeli mesin cuci bekas bagi sang ibu yang sehari-harinya bekerja sebagai buruh cuci tetangga dengan penghasilan 20 ribu rupiah sehari. Dari uang santunan itu, si kembar ingin membantu sang ibu dalam mencari nafkah.

“Jadi kalau ada beasiswa dari Rumah Yatim tuh ngerasa kebantu banget, uangnya mereka kumpulin buat beli mesin cuci ibunya. Dari mesin cuci itu ibunya bisa nyuciin baju tetangga,” ungkap Kepala Cabang Medan, Dasep saat melakukan assessment program Rumah Tinggal Layak Huni (Rutilahu) sekaligus silaturahmi.

Selain menerima beasiswa dhuafa dari Rumah Yatim, kata dia, Putriana dan Putriani ini sering mengikuti acara donatur bersama Rumah Yatim Medan. Dari donasi yang diberikan para donatur itu, dikumpulkan dan ditabung sebagian untuk membeli mesin cuci bekas dan sebagian untuk biaya pendidikan. Seperti yang diketahuinya, Terkadang si kembar yatim ini jarang membawa bekal ke sekolanya karena keterbatasan ekonomi.

Meski demikian, tidak menyurutkan semangat mereka untuk terus bersekolah, sang ibu menginginkan si kembar ini bisa sekolah hingga perguruan tinggi. Agar nantinya bisa menjadi manusia yang bermanfaat dan bermartabat. Menurut Dasep, dua anak ini termasuk anak yang pintar, meski tidak selalu juara umum, namun prestasinya di bidang akademik masuk lima besar.

“Jadi si kembar ini anaknya cukup pintar. Harapan ibunya, anak-anak bisa sekolah sampai kuliah, apalagi ada beasiswa dari Rumah Yatim, itu sangat membantu sekali katanya,” tutup Dasep.

 

Jurnalis: Dila Nurfadila

Redaktur: Anjar Martiana

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend