Tak Maksimal dalam Mencari Nafkah Akibat Kecelakaan, Harun Harus Hidupi Empat Anak

Menjadi penjaga atau security malam adalah pekerjaan Harun (42) setiap harinya. Upah yang didapat dari hasil bekerjanya itu hanya 300 ribu rupiah dalam satu bulan. Penghasilan itu ia harus cukupkan untuk memenuhi kebutuhan keempat anaknya yang tinggal bersamanya.

Hanya menjadi penjaga malam yang bisa Harun lakukan sekarang. Pasalnya, sejak 10 tahun lalu, dirinya mengalami kecelakaan yang menyebabkan engsel tulangnya lepas dan tangan kanan Harun lumpuh. Sehingga tak banyak pekerjaan yang bisa ia lakukan di tengah kondisi fisiknya yang seperti itu.

Setelah melakukan pemeriksaan, dokter menyebut harus melakukan operasi. Namun karena keterbatasan biaya, membuat Harun hanya bisa pasrah pada keadaan. “Saat ini yang bapak Harun rasakan ngilu dan perih. Keadaan seperti ini dia sedih karena tidak maksimal mencari nafkah,” papar Kepala Cabang Rumah Yatim Cabang Pontianak, Rohim.

Diketahui, sebelum terjadinya kecelakaan itu, Harun rajin berjualan. Namun harus terhenti karena kehabisan modal dan tak kuat lagi jika harus berkeliling. Selain itu, ia pun sudah lama bercerai dengan istrinya. “Sebetulnya bapak Harus punya lima anak, tapi anaknya tinggal bersama ibunya,” kata Rohim.

Walau begitu, ia bersyukur miliki keempat anak lainnya yang menerima kondisi dirinya serta mau membantunya. Melihat kondisi itu, Rumah Yatim Cabang Pontianak meberikan bantuan sembako bagi Harun, pada Sabtu (22/8). Bantuan tersebut guna membantu memenuhi kebutuhan pokok Harun dan keempat anaknya.

Selain Harun, ada puluhan warga prasejahtera lainnya di Jalan Gang Durian Dua RT 008 RW 001 Kel. Arang Limbung , Kec. Sungai Raya, Kab. Kubi Raya, Kalimantan Barat. “Mudah-mudahan bantuan sembako Rumah Yatim bisa bermanfaat bagi semua,” pungkasnya.

Penulis: Anjar Martiana

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend