Terkendala Kuota Dan Fasilitas Selama PJJ, Rumah Yatim Berikan Beasiswa di Kampung Pemulung

Terkendala Kuota Dan Fasilitas Selama PJJ, Rumah Yatim Berikan Beasiswa di Kampung Pemulung

Sejumlah negara termasuk Indonesia, telah melakukan berbagai upaya untuk menekan penyebaran virus Corona (Covid-19). Salah satu langkah yang dinilai cukup efektif ialah dengan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Aturan tersebut, di antaranya membatasi sejumlah aktivitas di luar rumah. Hal ini juga berlaku untuk kegiatan belajar mengajar yang akhirnya menutup sekolah untuk sementara waktu.

Sebagai gantinya, para siswa diwajibkan belajar dari rumah dengan metode Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) berbasis online. Untuk mereka yang berlatar belakang dari keluarga mampu secara finansial, kebijakan ini tentu bukanlah masalah.

Namun sebaliknya, untuk siswa dari keluarga miskin hal itu tentu saja menjadi persoalan baru. Salah satunya bagi anak-anak di kelurahan Abdijaya, Kecamatan Sukmajaya, Depok, atau yang lebih akrab disebut kampung pemulung karena mayoritas penduduknya bekerja sebagai pemulung.

Kebijakan belajar dari rumah ternyata membuat mereka cukup kesulitan untuk mengikuti pembelajaran. Tidak adanya fasilitas serta mahalnya biaya internet, menjadi faktor utama yang menjadi kendala dalam melaksanakan PJJ.

‘’Ibu dan bapak kan hanya pemulung yang nyari barang bekas setiap hari nya, kadang ngga ada buat beli kuota internet. Bahkan temen aku juga sengaja beli hp padahal orang tuanya lagi sama-sama susah,’’ tutur salah satu anak di Kampung Pemulung, Desta.

Atas kondisi itulah, Rumah Yatim area Jabodetabek menyalurkan banfuan beasiswa yatim dan dhuafa berupa uang tunai kepada 54 anak. Melalui banguan tersebut, diharapkan bisa sedikit mengurangi beban biaya pendidikan selama mengikuti PJJ.

“Alhamdulillah anak-anak tampak sangat bahagia ketika menerima bantuan ini. Mudah-mudahan bantuan ini bisa meringankan beban kedua orang tua mereka serta dapat meningkatkan semangat mereka dalam belajar,” kata Relawan Rumah Yatim, Nina, usai menyalurkan bantuan pada Senin (10/8) lalu.

Usai menerima bantuan, anak-anak bercerita mengenai kegiatan di masa pandemi ini. Mereka mengeluhkan jika selama pandemi ini, ruang gerak mereka untuk melakukan aktivitas menjadi terbatas, sebab sistem belajar jarak jauh dinilai kurang kondusif.

Tak lupa mereka pun mengucapkan terimakasih kepada Rumah Yatim dan para donatur yang telah berbagi kebahagiaan dengan mereka. Mereka berdoa semoga kebaikan Rumah Yatim dan para donatur mendapat sebaik-baik balasan dari Allah.

 

 

Penulis: Sinta

Redaktur: Tanti Sugiharti

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend