Tinggal Seorang Diri, Komala Terharu Ada Rumah Yatim yang Peduli

Dinding-dinding kayu itu menjadi saksi hidup Komala Rusmawati (70). Tak ada lagi suami yang kini menemaninya, Komala harus tinggal seorang diri di rumah tua di Jalan Perintis Kemerdekaan, Gang Semut RT 03 RW 013, Kel. Tanjung Hulu, Kec. Pontianak Timur, Kalimantan Barat.

Komala mengaku memiliki tujuh orang anak, namun anak-anaknya itu pergi meninggalkannya. Ia tak lagi bisa mengandalkan siapa-siapa, sehingga harus banting tulang untuk menghidupi dirinya sendiri.

Jika ada yang membutuhkan tenaganya, Komala bekerja sebagai buruh cuci piring dan setrika. “Itupun kalau ada yang nyuruh, kalau tidak ada, ya diam di rumah, tidak dapat uang,” tuturnya.

Penghasilan yang ia terima hanya 80 hingga 100 ribu rupiah dalam satu minggu. Yang mana, itu tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hariannya.

Kepala Cabang Rumah Yatim Pontianak, Abdurrohim menyampaikan, kondisinya memang cukup memprihatinkan. Terkadang, kata dia, Komala diberi makanan oleh warga maupun Ketua RT setempat.

Pada Selasa (2/2), Rumah Yatim mengunjungi kediamannya untuk memberikan bantuan biaya hidup. Komala begitu terharu dan bersyukur ada yang peduli terhadap dirinya.

Abdurrohim berharap, dengan adanya bantuan tersebut bisa meringankan beban Komala. Meski tidak seberapa, namun harapannya dapat berguna untuk menambah kebutuhan yang diperlukan.

Jurnalis: Anjar Martiana

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Send this to a friend