Tingkatkan Jiwa Empati Anak Asuh Kaliurang Lewat Pembagian Nasi Kotak Berkah Jum’at

Anak asuh Asrama Kaliurang Yogyakarta membagikan ratusan makanan siap saji kepada anak yatim, jama’ah sholat jum’at, tukang ojek online dan buruh harian lepas di sekitaran lingkungan asrama. Hal ini sebagai upaya menumbuhkan rasa empati anak asuh terhadap saudara sesama yang membutuhkan. Agar selalu bersyukur terhadap nikmat yang dimilikinya.

Pengurus Asrama Kaliurang Nurma menuturkan, makanan siap saji ini merupakan pemberian dari para donatur yang ingin berbagi  berkah Jumat melalui Rumah Yatim cabang Kaliurang.

” Alhamdulillah setiap hari jum’at banyak donatur yang memberikan nasi kotak ke asrama, kalo disatukan jumlahnya sampai ratusan kotak. Agar nasi kotak ini menjadi berkah untuk para donatur maupun masyarakat yang membutuhkan, akhirnya dibagikanlah nasi kotak ini.” papar Nurma, Jum’at (12/02)

Nurma pun mengatakan jika sebanyak 400 kotak nasi diberikan ke 2 masjid melalui ketua DKM, nantinya nasi kotak tersebut akan dibagikan kepada para jama’ah shalat jumat. Setelah itu, sebanyak 10 kotak nasi dibagikan anak asuh kepada para penarik ojek online.

Selanjutnya, sebanyak 70 nasi kotak diberikan kepada anak asuh non mukim, nantinya nasi kotak tersebut akan dibagikan kepada anak asuh non mukim.

” Biasanya sebelum pandemi anak asuh membagikan nasi kotaknyalangsung ke jalanan, tapi semenjak pandemi mereka hanya membagikan di depan asrama aja, tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan covid,” terang Nurma.

Nurma yakin, dengan dilibatkannya anak asuh dalam kegiatan berbagi bisa meningkatkan rasa syukur dan jiwa empati anak. Selain itu, dengan adanya kegiatan ini anak asuh bisa merasakan indahnya berbagi dengan sesama.

” Bila selama tinggal di asrama kebutuhannya terpenuhi, lain halnya dengan yang dirasakan masyarakat tidak mampu di luar sana. Hal itulah yang perlu ditanamkan kepada anak asuh.” ujarnya.

Kendati demikian, ia berharap melalui kegiatan ini anak asuh bisa merasakan pahit getirnya kehidupan masyarakat prasejahtera yang hidup dalam keterbatasan. Serta bisa tertanam jiwa empati untuk saling membantu terhadap saudara sesama yang membutuhkan bantuan.

Jurnalis : Sinta Guslia

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend