Umi Qoriah, Ibu Tunggal yang Banting Tulang Demi Hidupi Keempat Anak Yatimnya Kembali Terima Bantuan

Bantuan tahap kedua untuk Umi Qoriah berhasil disalurkan Rumah Yatim cabang Sumatera Utara pada Jumat (30/7) lalu, di rumah kontrakannya Jln Garu 1, Gg Cempedak, Kelurahan sitirejo III, Kec Medan Amplas, Kota Medan.

Saat itu Umi Qoriah yang sedang beristirahat dari memulung, dibuat kaget oleh tim relawan yang datang sembari membawa banyak bingkisan sembako. Ia begitu tak menyangka jika akan kembali menerima bantuan dari Rumah Yatim.

“Saya kira, Rumah Yatim tidak akan kembali membantu, tapi syukur Alhamdulillah disaat kondisi ekonomi saya sedang sulit-sulitnya, Rumah Yatim kembali menolong,” ujar Umi Qoriah.

Kepada Ibnu relawan Rumah Yatim Sumut, Umi Qoriah bercerita jika penghasilannya dari memulung sedang turun karena ia kalah jauh dari pemulung lain yang lebih cekatan membawa barang bekas di tumpukan sampah.

Ia yang memulung sambil menggendong anak bungsunya hanya bisa mengambil barang bekas sisa mereka, alhasil barang yang ia peroleh pun sedikit.

Lalu, Ia yang biasanya rutin menitipkan kacang goreng ke warung, kini memilih berhenti karena modalnya habis untuk kebutuhan harian. Selain itu, kacang nya pun jarang dibeli orang.

Selain memberikan bantuan sembako, Rumah Yatim pun memberikan santunan uang tunai untuk Umi Qoriah dan keempat anak yatim nya. Ketika bantuan diserahkan, mereka begitu begitu sangat senang.

Bahkan saking senangnya, anak-anak Umi Qoriah sampai langsung membuka bingkisan sembako dan parsel buah-buahan. “Anak-anak saya sudah lama sekali tidak makan buah, jadi ketika mendapat bantuan ini mereka tidak sabar untuk memakanya,” ungkap Umi Qoriah sembari tersenyum.

Umi Qoriah mengatakan jika, bantuan uang tunai ini akan ia digunakan untuk membuka warung kecil-kecilan. Supaya ia bisa berhenti memulung dan fokus menjaga warung sembari menjaga anak-anak di rumah.

“Jazakallah kepada Rumah Yatim dan para donatur yang telah membantu kami, semoga Allah membalasnya dengan sebaik-baiknya balasan,” ucapnya.

Dipaparkan Ibnu, Umi Qoriah merupakan seorang wanita tangguh. Ia yang seorang diri menghidupi keempat anaknya, begitu gigih dalam mencari nafkah. Ia tak mau anak-anak sampai kelaparan ataupun putus sekolah.

“Anak-anak Umi Qoriah masih kecil-kecil, yang pertama Keisha Aulia berusia 13 tahun, kedua bernama Anggun Suryani 8 tahun, ketiga Jenny Annanda 5 tahun dan si bungsu Syahila Anggraini 9 Bulan. Alhamdulillah ketika kami kesana, kondisi mereka sehat-sehat dan ceria,” lanjut Ibnu.

Ibnu berharap, bantuan ini bisa meringakan beban umi Qoriah dan memperbaiki kondisi perekonomiannya.

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend